Oleh: Siti Mukaromah,S.Pd.SD
Guru SD Negeri 08 Purwoharjo, Kec. Comal, Kab. Pemalang
BAHAN ajar adalah sumber belajar yang sampai saat ini memiliki peranan penting untuk menunjang proses pembelajaran. Bahan ajar sebaiknya mampu memenuhi syarat sebagai bahan pembelajaran, karena banyak bahan ajar yang digunakan di dalam kegiatan pembelajaran. Umumnya, bahan ajar cenderung hanya berisi informasi bidang studi dan tidak terorganisasi dengan baik. Kualitas bahan ajar yang rendah dengan pembelajaran konvensional akan berakibat rendahnya perolehan prestasi belajar siswa. Bahan ajar cetak yang baik seyogianya dirancang dan dikemas sedemikian rupa untuk dapat menarik dan menimbulkan minat baca bagi para siswa. Bahan ajar cetak yang paling banyak digunakan sekarang ini seperti hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur dan leaflet. Bentuk bahan ajar seperti ini tentu ditujukan dan diperuntukkan untuk dibaca siswa. Faktanya, banyak pendidik yang masih menggunakan bahan ajar yang biasa digunakan, tanpa ada kreativitas untuk mengembangkan bahan ajar tersebut secara inovatif. Risikonya sangat dimungkinkan jika bahan ajar yang mereka pakai tidak kontekstual, tidak menarik, monoton, dan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, salah satu penyebab rendahnya mutu lulusan adalah belum efektifnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran selama ini masih berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan dalam semua bidang studi, dengan mengacu pada bahan ajar yang konvensional sehingga menyebabkan kemampuan belajar peserta didik menjadi terhambat. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar berbasis penilaian kinerja siswa, yakni dengan mengembangkan bahan ajar yang telah ada menjadi bahan ajar yang memiliki latihan berbasis penilaian kinerja sehingga dapat menjadi sumber belajar bagi siswa dalam mempelajari IPA.
Berdasarkan hal tersebut, pengembang melakukan pengembangan bahan ajar cetak berbasis penilaian kinerja yang lebih mengutamakan adanya aktivitas dan penilaian kinerja siswa yang didahului penjelasan materi yang dekat dengan dunia nyata. Bahan ajar ini pun menyertakan ilustrasi gambar yang membuat siswa meningkatkan kemampuan analisisnya, agar dapat menyinergiskan antara konsep IPA yang dipelajari dengan aktivitas kinerja yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupannya. Hal yang dilakukan yaitu mengidentifikasi masalah, melakukan perencanaan, dan mengembangkan desain awal.
Perencanaan dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah informasi yang diperoleh melalui wawancara dan diskusi kepada guru serta siswa. Saat ini, siswa cenderung bosan dengan materi yang disajikan jika tanpa melihat langsung benda-benda luar angkasa dan juga melakukan praktik sederhana, seperti membuat manipulasi planet karya sendiri. Siswa juga keliru dalam menyebutkan nama planet, yang seharusnya Jupiter menjadi Juventus dan menyebutkan nama-nama planet secara acak tidak berurutan sesuai dengan posisinya. Proses awal melakukan rancangan bahan ajar ini adalah menentukan materi pokok yang akan dibahas dalam isi buku, yaitu materi Tata Surya. Kemudian, materi tersebut disajikan dalam bentuk teks narasi disertai berbagai ilustrasi gambar dari objek dunia nyata maupun hasil dokumentasi Pusat Peragaan IPTEK (PP IPTEK) Kementerian RISTEK-TMII, sehingga mampu memperjelas penyampaian materi dan mampu menjembatani antara konsep sains, khususnya tata surya dengan kehidupan nyata siswa. Hal ini bertujuan untuk lebih melatih siswa dalam bekerja ilmiah lewat aktivitas kinerja yang dilakukan siswa. Oleh karena itu, bahan ajar ini juga dilengkapi dengan aktivitas kinerja siswa serta penilaian & pencatatan hasil kerja siswa dengan tiga jenis penilaian yakni check-list, rating scale, dan rubik.
Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta bahan ajar khusus untuk membiasakan siswa bekerja ilmiah dari berbagai materi. Aktivitas kinerja siswa serta penilaian dan pencatatan hasil kerja siswa lebih banyak dan lebih variatif, agar kemampuan bekerja ilmiah siswa bisa dikembangkan lebih baik lagi tanpa mengabaikan pola perkembangan dan kecerdasan majemuk siswa. (*)








