Oleh: Sri Arpuatun, S.Pd
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar, Kab. Demak
KARAKTER adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi tanda-tanda kebaikan, kebajikan, dan kematangan moral seseorang. Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang berarti tabiat, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian serta akhlak. Definisi karakter menurut W.B. Saunders, (1977:126) menyebutkan bahwa karakter adalah sifat nyata serta tidak sinkron yang ditunjukkan sang individu, sejumlah atribut yang bisa diamati individu. Wyne berkata bahwa karakter yaitu menandai bagaimana cara memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laris, oleh karena itu seseorang yang berperilaku tidak amanah, kejam atau rakus dikatakan menjadi orang yang berkarakter buruk, sementara orang yang berperilaku jujur, senang menolong dikatakan menjadi orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya menggunakan kepribadian seseorang.
Pendidikan karakter sangat penting karena berfungsi sebagai pengembangan anak. Hal ini memberikan dampak pada potensi anak untuk menjadi seseorang yang memiliki perilaku baik. Perbaikan di mana pendidikan ini akan bertanggung jawab dalam memberikan pengetahuan tentang baik atau buruknya sesuatu. Pembentukan karakter keagamaan adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai terebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.
Terminologi pendidikan karakter merupakan wilayah kajian agama, salah satu indikator karakter keagamaan secara mudah dikatakan menjalankan syariat agama dan menjauhi larangan agama. Pendidikan agama dapat memotivasi anak untuk memahami nilai-nilai agama, sebab pendidikan agama pada hakikatnya merupakan pendidikan karakter. Oleh karena itu, pendidikan agama lebih dititik beratkan pada bagaimana membentuk sikap dan tingkah laku atau karakter keagamaan yang selaras dengan tuntunan agama.
Di TK Negeri Pembina, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, menerapkan bagaimana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Sebab, pembentukan karakter sangat penting bagi anak usia TK. Adapun karakter-karakter itu di antaranya agama., jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial.
Karakter Agama yaitu mengenalkan pada peserta didik supaya mengetahui agama yang dianutnya, yaitu agama Islam dan mengerti tentang ajaran-ajarannya. Selain itu, anak dilatih untuk berperilaku jujur dan tidak membohongi sesama teman, orang tua, guru, dan siapa pun. Sebab, perilaku jujur adalah suatu perilaku yang dapat membuat orang bisa selalu dipercaya, baik perkataan ataupun tindakan. Anak juga dilatih untuk disiplin dalam suatu hal, baik itu di rumah atau di sekolahan, karena disiplin merupakan perilaku yang dilakukan seseorang dalam rangka mematuhi/menaati peraturan yang ada. Kemandirian diajarkan agar anak tidak tergantung pada orang lain. Artinya setelah masuk TK, anak harus bisa mandiri terutama mandiri ketika di sekolahan dan bisa beraktivitas sendiri tanpa bergantung pada orang tua, anak dilatih agar bisa menyelesaikan kegiatan sendiri tanpa bantuan orang lain. Kemudian karakter rasa ingin tahu, anak dilatih agar memiliki keberanian untuk bertanya dan mendapatkan jawaban, supaya anak bisa kreatif dalam berpikir.
Upaya-upaya tersebut di atas diharapkan diimplementasikan oleh orang tua dalam mendidik anaknya dalam segi pendidikan karakter. Orang tua harus selalu mengawasi perkembangan anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang berkarakter dan bisa menjadi penerus cita-cita bangsa Indonesia. (*)








