Upaya Mengenalkan Budaya Lokal pada Anak Usia Dini melalui Dakonan

Oleh: Hayuningsih, S.Pd
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar, Kab. Demak

DAKON merupakan salah satu permainan tradisional yang identik dengan permainan perempuan. Namun pada kenyataanya, permainan tersebut dapat dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan. Dakon dapat dilakukan di dalam maupun di luar rumah. Dakon membantu anak untuk memahami cara berhitung, sehingga banyak manfaat yang diperoleh dari permainan tersebut. Manfaat dari permainan dakon adalah meningkatkan kemampuan berhitung, kemampuan motorik anak, meningkatkan motivasi, menghargai orang lain, sportif, menanamkan etos kerja produktif, menanamkan jiwa aktif yang mengarah kepenciptaan sesuatu yang baru (orisinal) dan berbeda, menanamkan daya kompetensi yang tinggi, menanamkan kepercayaan diri yang kuat sebagai bentuk bilai dan budaya bangsa.

Selamat Idulfitri 2024

Zaman yang terus berkembang memacu peradaban budaya yang semakin terus berubah. Tidak hanya perkembangan dari seni budaya, tetapi juga berkembangnya teknologi semakin bertambah maju. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada lingkungan sosial tetapi juga pada pola bermain anak-anak, sehingga anak tidak mengenal permainan dan peristiwa di masa lampau. Sebagai contoh, banyak anak-anak yang tidak mengenal permainan tradisional daerah tempat tinggalnya. Padahal permainan tradisional mempunyai makna dan nilai sosial budaya yang bermanfaat dalam membentuk karakter anak sejak dini. Nilai-nilai tersebut antara lain rasa senang, rasa bebas, rasa berteman, rasa demokratis, penuh tanggung jawab, adanya rasa patuh, rasa saling membantu, sportifitas, kejujuran dan sebagainya yang mana merupakan nilai-nilai yang sangat luhur serta berguna bagi kehidupan bermasyarakat (Sukirman, 2012). Bermain juga dapat mengembangkan aspek motorik anak sehingga membantu dalam proses pertumbuhan fisik secara optimal. Namun pada saat ini anak-anak lebih mengenal permainan modern. Hal ini menjadikan kurangnya eksistensi permainan tradisional dikalangan anak-anak (Mayke, 2012). Permainan dakon membantu dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, terutama tentang penghitungan (penambahan dan pengurangan). .

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Di TK Negeri Pembina, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengajak anak untuk bermain dakonan agar anak dapat mengenal budaya lokal (permainan tradisional). Permainan dakon ini dapat dilakukan pada kegiatan pembelajaran di sekolah pada kegiatan pembukaan, inti, maupun penutup. Permainan ini dapat dilakukan pada anak TK dengan peserta bisa anak perempuan maupun anak laki-laki dengan satu permainan untuk dua anak. Alat dan bahan yang digunakan adalah dengan menggunakan tempat dakon bisa dengan bahan kayu maupun dari bahan plastik dan menggunakan biji-bijian atau batu-batuan untuk bermain.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Cara memainkannya yaitu satu alat di gunakan untuk bermain dua anak, dengan memasukkan biji-bijian atau batu-batuan tersebut ke dalam lubang tempat dakon dengan berputar searah jarum jam. Satu persatu biji-bijian tersebut dimasukkan ke lubang dakon, dan yang terakhir kalau lubang dakon tersebut masih ada isinya, biji atau batu yang ada pada lubang itu diambil dan di masukkan lagi ke lubang dakon yang lainnya dan berputar terus hingga biji-biji atau batu-batu yang ada pada lubang selain lubang yang ujung kanan dan kiri sebagai penyimpanan itu kosong. Lubang sebelah ujung kanan dan kiri adalah lubang penyimpanan di mana lubang lawan tidak ikut diisi. Nantinya kita bisa menghitung jumlah perolehan biji dilubang penyimpanan tersebut, dan yang banyak itulah yang menang.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Permainan Dakonan yang penulis lakukan sangat menarik minat belajar anak. Semua bahan tersebut ada disekitar kita.Permainan dakon ini diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar anak dan lebih kreatif lagi. Permainan dakon ini saya berikan pada anak pada kegiatan pembelajaran agar anak pada jaman era milinial sekarang ini tetap mengenal permainan tradisinal dan budaya lokal jaman dahulu yang harus tetap dilestarikan. (*)