PATI, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menyatakan bahwa pasokan cabai dan bawang merah saat ini tergolong rendah. Hal itu mengakibatkan melambungnya harga komoditas pertanian.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dispertan Pati, Kun Saptono mengatakan, suplai komoditas pertanian di pasar tergolong minim. Pasalnya, produksi dari petani semakin menurun.
“Suplai bawang merah dan cabai relatif rendah pasokannya. Karena memang stok di petani semakin tipis, panen belum ada, dan luas tanamnya itu sekarang berkurang,” terangnya, belum lama ini.
Menurunnya produksi pertanian diakibatkan oleh sejumlah persoalan. Mulai dari tingginya modal produksi pertanian, hingga kegagalan panen yang dialami petani akibat cuaca yang tak menentu.
“Ini bisa terjadi karena di dua musim tanam sebelumnya, di MT satu dan dua mengalami hal yang serupa. Sehingga petani kehabisan modal. Sekarang benih bawang merah mencapai Rp 60 ribu per kilo, padahal biasanya cuma Rp 15 ribu. Terlebih, 2 tahun belakangan ini yang mengalami gagal panen hampir 80 persen,” jelasnya.
Dirinya juga menyebut, suplai cabai saat ini diperoleh dari luar daerah. Sedangkan bawang merah ada titik-titik tertentu di Pati. Meskipun demikian, jumlah produksi dirasa belum mampu memenuhi permintaan.
“Produksi cabai spot ada di Pucakwangi, Jaken, Batangan, Sukolilo. Namun, produksi cabai ini tidak bisa menjadi andalan. Yang menjadi andalan bawang merah namun kondisi tidak seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya. (cr7/abd)










