Pati  

Lahan Produktif Penyebab Pabrik Gagal Berdiri

Anggota Komisi B DPRD Pati, Sukarno. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pendirian pabrik apparel oleh PT Hwa Seung Indonesia (HWI) di Kecamatan Trangkil dikabarkan menuai jalan buntu. Menanggapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyebut kegagalan tersebut dikarenakan lahan yang produktif.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sukarno mengatakan, pihaknya tidak melarang masuknya investasi. Akan tetapi, lahan yang meliputi empat desa tersebut merupakan lahan produktif pertanian.

“Saya pribadi tidak menolak. Tapi yang saya cermati itu lingkungan pertanian. Karena di sana (Trangkil, red) lahan produktif. Tidak pernah satu tahun ada jeda kekeringan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan pabrik perlu di sesuaikan dengan konsep lingkungan. Ia juga menyoroti salah satu pabrik di Pati yang berdampak terhadap lingkungan.

“Dampak limbah rumah tangganya saja itu juga berpengaruh. Seperti pabrik di Desa Ketitang berdampak. Meskipun itu pabrik kering,” terangnya.

Dirinya juga menyatakan pabrik tersebut gagal di dirikan. Meskipun begitu, bila ada investasi di Trangkil, lanjut Sukarno, nilainya mencapai Rp. 3 triliun. Namun,  juga berdampak terhadap lingkungan.  “Iya memang ada pergerakan ekonomi. Tapi ada kepentingan lebih besar (lingkungan, red),” imbuhnya.

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyebutkan bahwa PT HWI telah beralih ke daerah lain. Meski dirinya tidak menjawab saat di singgung daerah tersebut.  Adapun penyebab gagalnya investasi karena persoalan lahan.

“Saya dengar kemarin sudah pindah ke daerah lain. Karena di sini harga tanahnya cukup mahal. Alasannya saya tidak tahu. Kita hanya memberikan kesempatan saja. Pastinya tanya ke pihak investor saja,” pungkasnya. (lut/abd)