PATI, Joglo Jateng – Petambak di kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Pati merugi akibat dampak banjir rob. Menanggapi hal itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati telah mengusulkan bantuan benih ikan ke pemerintah provinsi dan pusat.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya DKP Pati, Dwi Endang Subekti mengatakan, pihaknya telah mengusulkan bantuan untuk petambak yang terkena dampak banjir rob. Tepatnya pada tanggal 5 Juli lalu.
“Bantuan sudah kita usulkan. Baik ke provinsi maupun ke pusat. Karena kalau dengan keuangan daerah cukup terbatas. Secara lisan kami sudah menyampaikan. Kemudian usulannya itu tanggal 5 Juli,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan bahwa kerugian para petani tambak cukup besar. Adapun lokasi paling terdampak banjir rob yakni di Kecamatan Tayu dan Margoyoso.
“Untuk budidayanya Rp 32 miliar. Untuk infrastruktur 4,6 miliar. Kita tidak asal mendata, tapi melalui penyuluh-penyuluh yang ada di wilayah. Sedangkan terkait luasan yang terdampak ada 2.145,31 hektare. Meliputi kawasan pesisir di Pati,” jelasnya.
Terdapat 3 jenis ikan yang telah usulkan. Mulai dari nila, bandeng, dan udang panami. “Untuk usulan, bandeng sekitar hampir 7 juta ekor, kemudian 5.150 juta, dan udang panami 4.200 juta ekor. Mudah-mudahan ada respons dari sana. Baik dari provinsi maupun dari pusat. Karena nanti di kira hanya mendata,” terangnya.
Terkait realisasi, pihaknya tidak dapat berkomentar. Sehingga hanya bisa menunggu kebijakan dari provinsi maupun pusat. Pasalnya, daerah yang terkena rob tidak hanya di Kabupaten Pati, melainkan di seluruh pesisir pantura terkena. (lut/abd)










