Pati  

Petambak di Pati Rugi Miliaran Rupiah akibat Banjir

ILUSTRASI: Terlihat seseorang sedang menjaring ikan di areal tambak, Kamis (21/7). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Ratusan hektare tambak ikan di Kabupaten Pati terendam banjir beberapa hari lalu. Akibat bencana tersebut, kerugian petambak ditaksir menyentuh angka miliaran rupiah.

Berdasarkan data sementara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, kerugian petambak sejumlah Rp 3,4 miliar. Adapun lokasi yang terdampak yakni di Kecamatan Margoyoso, tepatnya di Desa Semerak, Margotuhu Kidul, dan Bulumanis Kidul.

Kepala DKP Pati, Edy Martanto mengatakan, kerugian sejumlah petambak tersebut merupakan hasil dari kalkulasi dari tiga desa. Di mana, diperkirakan ada seluas 249 hektare tambak yang terkena banjir.

“Jumlah itu memang belum semuanya. Kita masih menunggu data lain, ada dua desa yang belum masuk ke kita. Tapi belum jelas,” terangnya, kemarin,

Meski begitu, pihaknya berencana akan meminta bantuan ke pihak ketiga. Yakni dengan meminta bantuan benih kepada perusahaan yang berada di Kota Bumi Mina Tani, melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Baginya, upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk mendapatkan bantuan. Seperti sebelumnya, ketika mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan provisi, saat kawasan pesisir utara terlanda banjir rob beberapa waktu silam.

“Sudah kita laporkan dan bersurat. Intinya kita minta keringanan, setidaknya yang terkena (banjir, red) dapat bantuan benih. Kita sudah bersurat ke Gubernur dan Kementerian, namun itu saja belum direspons, sudah datang lagi banjir,” terangnya.

Bencana banjir rob sebelumnya, lanjut Edi, juga tidak kalah banyak. Setidaknya ada ribuan hektare tambak di  Pati yang terdampak bencana tersebut. “Jadi yang Bulumanis dan sekitarnya kita tidak ke kementerian lagi tapi ke CSR. Tapi kemarin yang 2 ribu hektare ke kementerian,” tandasnya. (lut/abd)