UMKM  

Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Bunga Kertas

PROSES: Yani Widyatmoko saat membuat kerajinan bunga kertas di rumahnya, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

Pola-pola bunga kertas cukup rumit. Seiring kebiasaan dan niat belajar, membuat Yani semakin lihai.

MANFAATKAN waktu luang disela kesibukan menjalankan aktivitas sehari-hari, Yani Widyatmoko (45) berhasil membuat kerajinan yang cukup lirik pasar. Berbekal kelihaian tangannya, wanita asal Kabupaten Pati itu mampu membuat kerajinan bunga kertas menarik.

Dirinya mulai membuat kerajinan bunga kertas pada tahun 2009. Dulu awalnya ia hanya menggunakan kertas manila sebagai bahan pembuatan kerajinan. Kemudian Yani mengikuti kelas online untuk belajar membuat kerajinan tersebut.

Dulu awal ia merasa kesulitan karena perlu membuat pola terlebih dahulu. Sehingga, proses pembuatan bunga kertas perlu dikerjakan secara bertahap. Namun, ia kini tak lagi kesulitan berbekal ilmu yang ia pelajari.

“Kalau sekarang dikerjakan serius sehari sudah selesai. Tapi saya mengerjakannya cuma habis magrib sampai jam 12.00. Jadi, waktunya hanya sedikit. Kalau, dikerjakan serius sehari sudah bisa jadi,” katanya.

Menurutnya, proses pengerjaan bunga kertas yang cukup memakan waktu yakni pembuatan pola. Sedangkan terkait penjualan kerajinan tersebut, ia menggunakan Instagram dengan akun nama @Kamila_Paperflower.

Adapun terkait harga kerjinan bunga kertas terbilang bervariasi. Yakni disesuaikan dengan diameter ukuran bunganya. “Satu set ukuran besar seharga Rp 500 ribu. Sedangkan ukuran 6 cm seharga Rp 5 ribu, yang biasanya dipakai hiasan di atas parcel. Sementara yang paling laku jenis mawar,” ungkapya.

Ia mengatakan bunga kertas jenis flower in frame yang paling laku. Dimana, harga satu paketnya senilai Rp 150 ribu. Sedangkan untuk jenis bunga yang ia buat tergolong bermacam-macam. Salah satunya jenis backdrop.

“Backdrop yang biasanya untuk tunangan, terus untuk ulang tahun. Kemudian ada standing flower, bloom book, flower in frame dua ukuran, ada anggrek, dimana itu dijual satu set. Kalau jenis bunga ada 10 jenis lebih dan berbagai macam,” jelasnya.

Ia juga berharap supaya usaha sampingannya tersebut semakin maju. “Yang namanya bisnis ingin berkembang. Kepingin ada yang bantu mengerjakan, supaya usahanya bisa semakin berkembang. Karena saat ini masih kekurangan tenaga,” tutupnya. (lut/gih)