PATI, Joglo Jateng – Bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati beberapa hari lalu menimbulkan kerugian yang cukup besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat, kerugian akibat banjir mencapai puluhan miliaran rupiah.
Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya telah mencatat kerugian akibat dampak di seluruh Kota Bumi Mina Tani. Dari mulai kerusakan rumah, rusaknya lahan pertanian, dan tanggul jebol. Adapun kerugian sebesar Rp 38 miliar.
“Seluruhnya, tidak hanya di Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul. Jadi, kerugian di seluruh area yang terdampak banjir, baik itu rusaknya tanggul jebol, lahan pertanian, dan utamanya rumah,” terang Martinus.
Adapun lokasi yang alami kerusakan dampak banjir meliputi lima kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pati, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa dan Tayu. Sehingga, luasan wilayah yang terendam banjir cukup luas.
Sementara terkait penyebab banjir, Martinus menyebut ada berbagai persoalan. Banjir di Desa Bulumanis, Margomulyo, dan Sekar Jalak merupakan kiriman air hulu Muria timur, yang terletak di daerah Gunung Sari kecamatan Tlogowungu.
Kemudian, banjir yang melanda Kecamatan Wedarijaksa dan Pati berasal dari kiriman Waduk Gembong. Di mana, air turun melalui sungai Simo, Sungai Bapoh, dan Sungai Gungwedi. Dengan begitu, kerusakan daerah tangkapan air menjadi salah satu penyebab terjadi banjir.
“Bisa jadi rusaknya daerah tangkapan air dan hilangnya tanaman- tanaman keras, hutan mulai diganti dengan tanaman-tanaman semusim, jadi itu salah satu penyebab banjir. Sehingga mempercepat sedimentasi. Sungai itu lebih dangkal,” ujarnya.
Dengan terjadinya bencana tersebut, dirinya berharap masyarakat dapat membantu pemulihan kawasan hijau yang gundul. Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan lebih sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai. (lut/abd)










