Festival Jajanan Tradisional; Tingkatkan Pariwisata di Demak

SERBA-SERBI: Aneka Jajanan Tradisional yang Ditampilkan dalam Festival Jajanan Tradisional di Demak pada Sabtu, 06/08/22. (MUHAMMAD FAJAR SYAFIQ AUFA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng– Dinas Pariwisata kabupaten Demak bekerjasama dengan Desa Bungo, Kecamatan Wedung mengadakan festival jajanan tradisional pada Sabtu (6/8).

Festival tersebut diselenggrakan untuk mengenang kembali jajanan tradisional agar lebih di cintai masyarakat, sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata di Kecamatan Wedung, terkhusus Desa Bungo.

“Kalau Desa wisata yang di promosikan di sini ada desa wisata religi tempatnya mbah Panji. Terus wisata alam itu ada syawalan di laut, terus ada taman jati, terus ada produk ungulan, dan wisata kuliner, pokoknya macam macam,” jelasnya.

Kabag Pemasaran dan promosi Dinas Pariwisata Demak, Ardhito Wibowo menjelaskan jika festival tersebut juga tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata. Tetapi juga ntuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

“Festival jajanan tradisional juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat bungo itu sendiri,” katanya.

Bowo sapaan akrabnya menambahkan, jajanan tradisional yang mengikuti pameran di desa bungo, yakni jajanan yang sudah lama tidak keluar dan memiliki keunikan agar dapat menarik minat masyarakat

“Jajanannya macam-macam banyak sekali, mulai dari tiwul, getuk, cetot, gayang goyang bubur ireng, bubur abang, bubur coro, klepon, janganan bakso, gemblong wajik, oyog-oyog dan lain-lain, pokonya banyak,” imbuhnya.

Menurut penjelasan dari Bowo, acara festival ini menggunakan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Demak.

“Ini dianggarkan dari alokasi dana desa (ADD). Anggaran bantuan pemerintah yang sifatnya berprestasi,” tuturnya.

Ia juga mengatakan jika festival jajanan tradisional merupakan cara yang sangat strategis untuk mempromosikan desa wisata yang ada di Kabupaten Demak.

Pasalnya, melalui kekhasan jajanan lokal, dapat menjadi pengingat masyarakat terhadap daerah tersebut.

“Jadi promosinya lewat jajanan ini, sehingga orang yang tidak tahu menjadi tahu,” pungkasnya. (cr10/mg2)