DEMAK, Joglo Jateng– Masyarakat Kecamatan Sayung Kabupten Demak mengubah tanaman Mangrove tidak hanya sebagai penahan abrasi, tetapi juga menjadi olaha produk yang bernilai ekonomis (7/8).
Sebagaimana yang dilakukan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Sayung yang mengolah tanaman Mangrove menjadi olahan keripik dan bermacam makanan.
Salah satu pengurus UMKM Kecamatan Sayung, Eva menjelaskan, tanaman Mangrove yang dapat digunakan sebagai bahan olahan produk makanan ialah bagian daun, buah, hingga akarnya.
“Yang diolah mulai dari daun dan buah. Akarnya juga bisa sebenarnya, tapi saat ini kita masih belum bisa melakukan inovasi,” tuturnya.
Selain itu, biji tanaman Mangrove juga bisa diolah menjadi kopi dengan cita rasa yang khas serta memiliki manfaatnya sendiri.
“Biji mangrove juga bisa jadikan kopi. Untuk pembuatannya ya sebagaimana kopi biasanya, cuma ini terbuat dari biji Mangrove. Kalau manfaatnya sendiri bisa menambah stamina serta imun tubuh. Rasanya ada asamnya sedikit,” jelasnya.
Sedangkan untuk harga olahan produk tanaman Mangrove, Eva menjelaskan jika harganya bervariasi, tergantung ukuran produk yang dijual.
“Harga stick mangrove kisaran 10 ribu sampai 30 ribu, per kemasan perbedaanya besar kecil nya, yang dari buah mangrove harganya juga sama 10 ribu sampai 30 ribu, tapi yang olahan dari biji mangrove itu berupa kopi haganya sekitar 22 ribu per kemasan,” paparnya.
(cr10/mg2)










