Pati  

Petani Garam Baru Produksi September

PANEN: Terlihat seorang petani garam di Desa Ketitang Wetan sedang panen garam, Selasa (13/9). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Petani garam di Kabupaten Pati baru akan melakukan produksi pada September ini. Hal tersebut dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung.

Salah satu Petani Garam di Kecamatan Batangan, Juwari mengatakan, cuaca tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Dirinya biasanya sejak Mei sudah bisa produksi. Akan tetapi tahun ini molor beberapa bulan.

“Produksi garam baru September ini. Padahal, biasanya bulan 5 sudah mulai bikin dinding tambak. Tapi cuaca sekarang tidak pasti, sehingga bulan 9 baru ada panas,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahun ini musim penghujan terbilang panjang. Sehingga beberapa bulan dirinya tidak memproduksi garam. Meskipun, pada Agustus, para petani garam di tempatnya sempat mencoba produksi. “Hujan tidak ada hentinya dan sekarang baru ada panas. Bulan lalu sudah mau produksi tapi terus ada hujan jadi gagal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, fenomena cuaca buruk seperti sekarang memang sering terjadi, namun tidak selama tahun ini. Sedangkan petani berhenti produksi bisasanya pada November.

“Berhenti produksi biasanya ya bulan sebelas, karena sudah mulai hujan lagi. Tapi mundur bisa saja, soalnya cuaca juga tidak pasti,” imbuhnya.

Sedangkan terkait harga garam, ia mengaku tidak begitu ada permasalahan. Karena, garam dari petani saat ini seharga seribu rupiah.

Di sisi lain, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Ari Wibowo mengatakan, produksi garam tahun ini melemah karena terkendala cuaca buruk. Produksi garam tahun 2021 hanya 98 ton. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun ini.

“Banyak petani garam yang gagal panen. Karena ada hujan apalagi kemarin baru ada fenomena rob, sehingga mengakibatkan petani garam terkena dampak,” terangnya. (lut/fat)