KUDUS, Joglo Jateng – Kudus Fashion Art 2022 menjadi rangkaian acara dalam HUT Kudus ke-473. Agenda ini juga diikuti ratusan peserta dengan mengenakan berbagai busana unik dan memiliki tema mengenai kearifan lokal Kudus. Seperti tema alam, makanan khas Kudus, budaya, kesenian, hingga dongeng rakyat pun terdapat dalam busana yang mereka pakai.
Salah satu peserta yang ikut pada kegiata ini adalah SMP 1 Bae yang menampilkan pertunjukkan seni siswa. Guru Seni dan Budaya sekolah tersebut, Yosevin Vipi Indriyanti mengatakan, pertunjukkan seni yang dibawakan muridnya bertema ‘The Legend of Dewi Nawangsih’ yang berkisah tentang Raden Ayu Dewi Nawangsih.
“Pada pertunjukkan itu (KFA), siswa akan membawakan seni yang berkisah tentang dewi nawangsih legenda dari Kandangmas,” kata Vipi.
Ia juga menjelaskan kisah tersebut terinspirasi dari cerita rakyat daerah Kandangmas. Latar belakangnya adalah kisah cinta remaja Dewi Nawangsih dengan seorang santri, murid dari Sunan Muria. Namun yang disayangkan dari cerita ini, berakhir dengan kesedihan dari meninggalnya kedua tokoh tersebut.
Sementara itu, Bupati Hartopo merasa kagum dengan antusias warganya yang hadir untuk melihat kemeriahan acara tersebut. Ia mengucapkan rasa terima kasih atas partisipasi dari berbagai pihak yang ikut mensukseskan berjalannya rangkaian HUT Kudus. Acara ini merupakan ajang hiburan bagi rakyat.
“Generasi muda, dan berbagai unsur masyarakat tampak memeriahkan acara Fashion Art ini. Setiap rangkaian acara selalu dipenuhi antusiasme dan kemeriahan masyarakat,” katanya.
Hartopo berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menghibur dan meningkatkan ekonomi rakyatnya. Sekaligus menjadi inovasi dan inspirasi agar tidak monoton dalam menciptakan desain busana yang lebih baik. Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap kondusif, saat tengah menonton pertunjukkan.
“Kita jangan monoton. Dengan adanya kegiatan malam hari ini, semoga bisa memberdayakan ekonomi dan menghibur masyarakat. Sekaligus menggali inovasi dan inspirasi, serta menikmati dan berbahagia dalam menikmati malam yang sejuk dan guyub rukun, ciptakan suasana kudus yang kondusif,” ujar Hartopo. (cr3/fat)










