UMKM  

Dari Teras Indekos, Raih Omzet Jutaan

PRESTASI: Eri Setiawan (22) menunjukkan sertifikat kejuaran kontes ikan guppy di tempat usahanya, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Karena sudah hobinya, memelihara ikan guppy bagi Eri Setiawan terasa mudah. Bahkan cela-cela kesukaan konsumen, akhirnya dia tahu.

KECINTAANNYA dengan ikan yang bernama latin poecilia reticulata atau biasa disebut ikan guppy, membuat Eri Setiawan (22) berhasil meraih omzet jutaan rupiah setiap bulannya. Dari halaman indekos yang ia tempati, kini menjadi usaha sekaligus hobi yang membuah rejeki.

Mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini mengaku, pertama kali melakukan budidaya ikan guppy dengan media sederhana, yaitu box kotak tahu yang ia taruh di teras indekos. Awalnya ia berniat hanya untuk mengisi kegiatan di sela-sela kuliah. Namun melihat peluang banyaknya permintaan para penghobi lokal dan mancanegara, dirinya memberanikan diri memasarkan hasil budidayanya secara online.

“Dari dulu saya memang menyukai ikan guppy, jadi saya coba kembangkan dari sekedar hobi menjadi usaha saat 2018. Lalu di 2020 saya dan tim mencoba ikut program pendanaan UMKM muda dari Kemendikbud. Alhamdulillah dapat dan menjadi salah satu modal awal kita,” ucapnya, Selasa (27/9).

Terkait dengan perawatan, dirinya menjelaskan, ikan guppy termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara dan memiliki daya tahan kuat serta adaptasi lingkungan yang cukup cepat. Hal itu lah yang membuat ikan guppy memiliki banyak penggemar bahkan ada kontes khusus untuk ikan tersebut.

Eri juga mengungkapkan, dalam pemasarannya ia menggunakan media sosial dan platform jual beli online. Dari Facebook, Instagram, Youtube, Tiktok, Telegram, Tokopedia dan Shopee, ia jajal untuk memasarkan hasil budidayanya.

“Hampir seluruh platform media sosial kami gunakan untuk pemasaran. Dari harga terendah Rp 50 ribu hingga tertinggi Rp 1,5 juta kita jual, karena di sini kami juga mencetak ikan khusus kontes,” katanya.

Untuk para pembisnis muda, Eri memberikan pesan agar jangan pernah takut untuk memulai, dan memilih usaha dari kesukaan atau membaca peluang usaha yang ada melalui riset kebutuhan pasar. Sebab menurutnya, masing-masing orang memiliki jatah persentase kegagalan yang berbeda, maka habiskan jatah kegagalan itu dengan cermat, cerdas dan penuh evaluasi.

“Habiskan stok kegagalan itu dengan berani mencoba dan terus mencoba. Sehingga di kemudian hari, jatah gagalmu akan habis dan hanya jatah keberhasilan lah yang akan kamu dapatkan. Tak lupa berteman dengan yang mempunyai visi yang sama, ilmu yang lebih tinggi dari kita, dan berwawasan luas mengenai dunia usaha, karena lima teman terdekat mu akan menentukan pribadi dan kesuksesanmu di masa depan,” paparnya. (fan/gih)