Terburuk dalam Setengah Abad; Kronologi dan Cerita di Balik Tragedi Kanjuruhan

RIUH: Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 01/10/2022. (ANTARA/JOGLO JATENG)

Amnesty International Indonesia juga mengecam langkah-langkah keamanan tersebut. Mereka mengatakan, “Penggunaan kekuatan berlebihan oleh negara … untuk menahan atau mengendalikan massa seperti itu tidak dapat dibenarkan sama sekali”.

Sementara itu, Menteri Keamanan Indonesia, Mahfud MD mengatakan dalam unggahan Instagramnya, bahwa stadion telah terisi melebihi kapasitasnya. Dia mengatakan 42.000 tiket telah dikeluarkan dalam pertandingan tersebut, padahal kaspasitas Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur hanya mampu menampung 38.000 orang.

Peristiwa Berdarah Sepak Bola Terburuk dalam Setengah Abad

Pecahnya tragedi Kanjuruhan bukan tanpa garis historisitasnya. Sebelumnya, persaingan antar supporter klub Arema FC dengan Persebaya Surabaya memang sudah berlangsung lama. Persaingan antar klub serta antar supporter sudah menjadi wabah tersendiri di Indonesia. Bahkan, terkadang menjadi becandaan jika “sepak bola” adalah agamanya orang Indonesia.

Reuters menuliskan dalam artikelnya bahwa “Dunia sepak bola Indonesia telah dirusak oleh hooliganisme, polisi yang kejam dan salah urus, yang sebagian besar mencegah negara berpenduduk 275 juta orang yang memadati stadion untuk memanfaatkan potensinya dalam olahraga”.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan keuangan akan diberikan kepada korban luka dan keluarga korban.