Oleh: Hayuningsih, S.Pd.
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar Kab. Demak
PENGEMBANGAN keterampilan membaca permulaan tidak lepas dari esensi belajar anak usia dini, yaitu melalui bermain. Permainan yang diberikan memiliki nilai edukatif yang dapat mengembangkan aspek ketrampilan membaca permulaan secara efektif dan optimal. Sehingga menunjukkan perilaku senang mengenali huruf dan membaca buku. Kemampuan tersebut dikenali sesuai standar tingkat pencapaian perkembangan anak dalam bidang pengembangan bahasa untuk anak usia 5-6 tahun (Pertiwi 2016).
(Harjasujana, A 2013) menjelaskan pembelajaran membaca permulaan ditekankan pada simbol-simbol atau tanda-tanda yang berhubungan dengan huruf-huruf. Kegiatan ini dilakukan dengan proses bermain yang sesuai dengan budaya setempat (Dhieni 2014). Media kartu kata bergambar sebagai media pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan dengan bermain tradisonal. Kegiatan tersebut dapat merangsang minat anak dalam belajar dan dapat mengembangkan kemampuan membaca permulaan (Wulandari 2019).
(Asmonah 2019) menjelaskan, media kartu kata bergambar dengan ukuran yang lebih besar dan bervariasi dapat menarik perhatian anak. Media tersebut terbuat dari karton tebal berbentuk persegi panjang yang bertuliskan huruf dan kata yang ada di sekitar anak. Sehingga anak akan mendapatkan pengalaman bermakna dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Media ini juga mampu menunjukkan pokok masalah karena gambar mempunyai sifat konkret. Gambar memiliki kekuatan besar dalam merespon otak anak. Anak akan mudah memahami kata-kata yang dipelajarinya dengan melihat gambar (Sundayana 2018).
Salah satu aspek perkembangan anak yang harus dikembangkan adalah kemampuan bahasa. Kemampuan tersebut sangat penting untuk dikembangkan karena bahasa merupakan faktor utama manusia untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan (Tarigan 2014). Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Keterampilan membaca dapat ditingkatkan dengan kegiatan bermain (Irdawati 2018).
Permainan yang menarik akan mendorong siswa untuk membaca dengan penuh kesungguhan. Siswa akan mengikuti dan mencoba memahami alur gambar yang dilihatnya. Gambar tersebut akan menjadi salah satu daya gerak mengembangkan fantasi lewat imajinasi dan logika (Wulandari 2019).
(Asmonah 2019) menjelaskan, dengan media kartu kata bergambar dengan ukuran yang lebih besar dan bervariasi akan menarik perhatian anak. Media ini juga mampu menunjukkan pokok masalah karena gambar mempunyai sifat konkret. Gambar memiliki kekuatan besar dalam merespon otak anak. Anak akan mudah memahami kata-kata yang dipelajarinya dengan melihat gambar (Sundayana 2018).
Di TK Negeri Pembina, kartu gambar digunakan dalam permainan tradisional untuk meningkatkan ketrampilan membaca permulaan anak di TK Kelompok B. Dengan bantuan kartu gambar ini selain dalam bermain sangat senang, anak-anak juga bisa menambah kosa kata yang lebih banyak. Di dalam kartu gambar itu terdapat gambar dan di bawahnya ada kata yang sesuai dengan gambar. Kartu gambar itu dibuat dari bahan PVC diberi tali untuk dibuat kalung pada saat bermain permainan tradisional.
Cara menggunakan kartu gambar tersebut yaitu dengan cara guru menyediakan kartu gambar kecil. Kartu tersebut digunakan untuk kocokkan sebelum bermain. Sementara, kartu gambar besar dipakai untuk kalung pada saat bermain. Setiap anak mengambil kartu gambar kecil dahulu lalu menyebutkan gambar apa yang sudah diambilnya dan menyebutkan huruf apa saja yang terdapat pada kartu tersebut.
Selanjutnya, anak mengambil kartu huruf yang sudah disediakan oleh guru sesuai kata yang terdapat pada kartu gambar. Kemudian mengambil kartu gambar besar dan dikalungkan. Berikutnya anak bermain permainan tradisional yang akan dikenalkan pada anak yaitu misalnya bermain jamuran, engklek, cublak, dan lain lain. (*)








