Semangat Berjuang meski Menjadi Guru Honorer

SEMANGAT: Sucipto (kiri) dan Diky (kanan), guru honorer di SD Negeri Giwangan, Umbuharjo, Yogyakarta, belum lama ini. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo JogjaSeorang guru akan terus menjalankan tugasnya, walaupun menemui banyak rintangan dalam proses mencapai tujuan hidup. Sucipto adalah guru honorer yang telah berjuang sejak 12 tahun yang lalu. Ia melakukan perpindahan dari satu sekolah ke sekolah lainya, sejak menjadi guru di tahun 2005 hingga sekarang.

Guru yang kini mengajar di SD Negeri Giwangan ini mengungkapkan, dirinya sudah memantapkan hati untuk menjalani pekerjaan tersebut. Orang tuanya pun mendukung penuh, walaupun gaji awalnya terbilang sedikit.

Selamat Idulfitri 2024

“Jadi untuk awal pertama kali saya menjadi guru honorer itu tahun 2005 dengan gaji Rp75 ribu, setelah tiga bulan gaji saya naik menjadi Rp100 ribu. Dan setelah enam bulan naik ke Rp300 ribu dari 2005- 2010,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Swasta

Hal tersebut, kata dia, bukan menjadi penghalang bagi untuk tetap berjuang. Kini dirinya telah memiliki istri dan dua orang anak. Untuk menunjang kebutuhan keluarga, ia menjual bensin di depan rumahnya yang dekat dengan jalan raya.

“Setelah itu tahun 2010-2012 di SMK Naggulan gaji Rp 50 ribu, Tahun 2012-2016 pindah ke SDIT, tahun 2016-2020  ke SD Negeri Seyegan gaji Rp 450 ribu,” tuturnya.

Pada 2020 ia kemudian masuk di SD N Giwagan, dan mendapat gaji Rp1,5 juta.  Hingga sekarang mendapat honor sekitar Rp2 juta.

Baca juga:  MTsN 3 Sleman Gelar Pesantren Ramadan, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Siswa

Rekan Sucipto, Diki Saputro menanbahkan, kebijakan diangkatnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sangat dinanti oleh para guru honorer. Karena bisa lebih mensejahterakan mereka. Dalam seleksi untuk menjadi guru PPPK, keduanya kini sampai di tahap Prioritas 1 (P1).

“Untuk jadi guru itu adalah panggilan hati, dan bagi yang masih honorer tetap semangat dan jangan pentang menyerah. Dan untuk para calon guru, ketika sudah memilih untuk jadi guru lanjutkanlah perjuanganmu,” ungkap Diki. (cr4/mg4)