UMKM  

Ubah Rempah Jadi Minuman Menyegarkan Kaya Manfaat

HASIL RACIKAN: Dasilah, Owner Wedhang Bantheng asli Banyumas menunjukkan produk-produknya, Selasa (6/12/22). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BERBEKAL ilmu warisan eyang dalam mengolah rempah-rempah menjadi jamu, Dasilah (53), owner Wedhang Bantheng, berhasil meracik minuman segar dengan segudang manfaat. Walaupun sudah tak muda lagi, dirinya tetap ingin berwirausaha membuat minuman tersebut.

Dasilah bahkan sering mengikuti ekspo untuk memperluas pengetahuannya tentang dunia usaha. Dari ilmu yang didapatkan, dirinya mampu memperoleh omzet puluhan juta hasil dari menjual produknya.

Wanita kelahiran Kabupaten Banyumas tersebut mengatakan, alasan dirinya membuat usaha ini karena kesukaannya dengan minuman rempah-rempah. Di mana minuman tersebut memiliki manfaat yang beragam untuk kesehatan tubuh.

“Dulu awal buka itu 2017. Saat itu membuat ijin usaha sangat sulit tidak seperti sekarang dan alhamdulillah semua bisa terlewati dan terbentuk produk Wedhang Bantheng ini. Pemasarannya pun saya awali door to door mengenalkan produk kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya, Selasa (6/12/22).

Ia menjelaskan, keunikan Wedhang Bantheng yang terbuat dari sembilan macam rempah ini tidak berbau tajam seperti jamu. Sehingga, minuman tersebut bisa diminati oleh anak muda yang notabene tidak menyukai jamu karena rasa dan aromanya kurang sedap.

Lebih lanjut, walaupun sudah memiliki usia lebih dari kepala lima, Dasilah tetap semangat untuk berwirausaha. Terbukti dirinya sering mengikuti banyak ekspo baik lokal hingga nasional.

“Salah satu ekspo yang saya ikuti nanti itu Brilianpreneur di Jakarta Convention Center (JCC). Di situ nanti akan ada banyak UMKM dari seluruh pelosok negeri dan alhamdulillah saya yang berhasil lolos dari seleksi untuk memamerkan produk disana,” tuturnya.

Dari keberhasilannya ini, dirinya memberikan pesan kepada para anak muda yang ingin memulai usaha untuk berinovasi melalui teknologi yang ada. “Terutama dalam pemasaran dan kemasan, anak muda pasti punya ide-ide kreatif dalam dunia usaha,” katanya. (fan/gih)