PAUD Holistik Integratif Menyiapkan Generasi Emas Anak Usia Dini

Oleh: Septin Handayani, S.Pd
Kepala TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar, Kab. Demak

PERATURAN Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik Integratif menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini. PAUD Holistik Integratif (HI) adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh). Yakni mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, serta perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.

Tujuan PAUD HI, secara umum adalah terselenggaranya layanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif. Menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Pelaksanaannya dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan. Yaitu untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal demi mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai generasi masa depan yang berkualitas dan kompetitif.

Adapun indikator PAUD HI di antaranya adalah kelas penguatan pemahaman mengenai kebutuhan esensial anak usia dini (intervensi gizi sensitif). Kemudian pencatatan data tumbuh kembang anak yang mencakup tinggi badan, berat badan lingkar badan. Selanjutnya, pemantauan tumbuh kembang anak, berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan. Selain itu, dengan satuan yang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pembiasaan. Berikutnya kepemilikan fasilitas sanitasi dan air bersih, satuan yang memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau makanan bergizi.

PAUD HI juga bertujuan memenuhi lima pilar hak anak. Yakni hak untuk terhindar dari penyakit, hak terpenuh kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal. Selain itu, anak juga perlu distimulasi sedini mungkin, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis.

Layanan PAUD HI meliputi pengembangan karakter, pengembangan aspek dalam bidang agama dan moral, motorik kasar dan halus, kognitif, serta bahasa dan sosial-emosional. Penerapan layanan PAUD HI antara lain sebagai berikut. Pertama, layanan pendidikan sebagai layanan dasar yang diselenggarakan untuk mengembangkan berbagai potensi anak. Mencakup nilai-nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Penyelenggaraanmya mengacu pada standar Nasional PAUD, kurikulum 2013 PAUD, dan acuan lainnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Kedua, layanan kesehatan, gizi dan perawatan. Ketiga, layanan pengasuhan, pengasuhan pada satuan PAUD dilakukan bekerjasama dengan orang tua melalui program parenting. Keempat, layanan perlindungan perlindungan anak harus menjadi bagian dari misi lembaga. Artinya semua anak yang ada di Satuan PAUD harus terlindung dari kekerasan fisik dan kekerasan non fisik. Kelima, layanan kesejahteraan, diartikan bahwa satuan PAUD memperhatikan setiap anak terpenuhi kebutuhan dasarnya. Yakni kepastian identitas, kebutuhan fisik, dan kebutuhan rohani.

Implementasi PAUD HI dalam merdeka bemain dapat dilakukan dengan indirect teaching (pembelajaran secara tidak langsung). Anak akan diajarkan berdasarkan riset dan eksplorasi yang dapat memaksimalkan kreativitas dan daya pikir yang kritis. Selanjutnya merdeka bermain, serta kebebasan memilih ragam atau kegiatan yang sesuai dengan pembelajaran.

Tugas guru bukan mengajarkan, tetapi memfasilitasi anak melalui kegiatan bermain dan proyek kerja yang dapat membuatnya cinta belajar. Proyek kerja tersebut bisa dengan cara menyediakan media main yang beragam, bukan lembar kerja siswa (LKS) sebagai instrumen. Sebab, LKS memenjarakan kreativitas dan daya pikir anak dari berfikir kritis. Sehingga kegiatan PAUD HI yang ada di PAUD, terutama di TK bisa dilaksanakan dengan seimbang antara tumbuh kembang anak dapat menciptakan generasi emas. (*)