PATI, Joglo Jateng – Ratusan kapal kecil yang berada di sepanjang Sungai Silugonggo sudah beberapa pekan tak melaut. Hal itu disebabkan karena adanya banjir yang menggenang sejumlah wilayah selama beberapa hari ini.
Pejabat Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Taryadi menyebut kurang lebih 3 pekan nelayan libur melaut. Di antaranya yakni nelayan yang berada di Desa Tondomulyo, Mintobasuki hingga Mustokoharjo.
“Kalau kita hitung dari sebelah selatan jembatan Juwana, di Kedungpancing sekitar 70 kapal. Mustokoharjo-Minbasuki sekitar 100 kapal lebih, jadi ada sekitar 200an kapal yang tak bisa melaut,” ungkapnya, Senin (16/1/23).
Dia menjelaskan, terhentinya aktivitas nelayan kecil tersebut karena akses mereka menuju laut tak dapat dilalui. Sebab ketinggian air di Sungai Silugonggo hampir menyentuh jembatan.
“Wilayah selatan jembatan belum bisa beraktivitas. Karena air Sungai Silugonggo tinggi, jadi kalau jalan menyentuh atap jembatan. Dari mulai Kedung Pancing, Tondomulyo, Mintobasuki, Mustokoharjo,” ucap Taryadi.
Meskipun begitu, pihaknya memperkirakan aktivitas nelayan kecil akan kembali normal selang beberapa hari mendatang. Mengingat, cuaca beberapa saat ini menunjukkan tanda-tanda membaik.
“Mudah-mudahan cuaca panas, dua-tiga hari kedepan nggak hujan saya kira sudah bisa beraktivitas lagi. Saya cek di Kedungpancing sudah mulai surut,” imbuhnya.
Sementara itu, nelayan yang berada di kawasan Pati Utara disebut sudah melaut. Setelah sebelumnya aktivitas mereka terganggu karena adanya cuaca ekstrim.
“Untuk di wilayah Pati Utara sudah tidak masalah. Karena tidak terendam banjir dan nelayan sudah beraktivitas seperti biasa. Saat ini cuaca tidak masalah, karena cuaca sudah mulai membaik,” pungkas Taryadi. (lut/fat)










