Pemkab Kudus Dorong Eksistensi Desa Wisata dengan Latih Pokdarwis

TERTARIK: Pengunjung tengah mengamati salah satu fosil yang ada di Museum Patiayam, belum lama ini. Bupati Kudus meminta setiap desa mengambangkan potensi yang ada di wilayah mereka. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kudus kini tengah berupaya kembali menggeliatkan berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Upaya yang dilakukan adalah mendorong eksistensi desa wisata yang ada di Kota Kretek.

Di Kudus sendiri sampai 2023 ini ada sebanyak 28 desa wisata yang sudah memiliki SK Bupati Kudus. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya untuk melakukan pengembangan desa wisata.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, bagi desa wisata yang sudah memiliki SK harus betul-betul menunjukkan perkembangannya. Yakni dengan melihat potensi-potensi yang ada di desa wisata tersebut.

AJAK: Bupati Kudus HM Hartopo mengajak pelaku wisata di Kudus untuk mengembangkan potensi di masing-masing desa wisata untuk menarik wisatawan lokal maupun non lokal berkunjung.

“Harus dikembangkan potensi yang ada di masing-masing desa wisata. Seperti potensi alam dan lainnya yang ada di desa tersebut. Sehingga mampu menarik wisatawan lokal maupun non lokal berkunjung,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah menyampaikan, pihaknya mempunyai target untuk memajukan desa wisata yang ada di Kudus. Yakni untuk eksistensi sekaligus dorongan agar kemandirian masyarakat berjalan.

“Kami mempunyai target untuk memajukan desa wisata. Salah satunya melalui pelatihan pelaku pariwisata. Ini sangat penting untuk memajukan desa wisata,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah melaksanakan pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memberdayakan desa wisata. Dengan tujuan agar dapat mengembangkan dan mengeksplor potensi wisata di desanya.

“Setelah pelatihan bagi Pokdarwis, diharapkan mampu menyerap ilmunya. Sehingga, pemberdayaan desa wisata untuk mendorong kearifan lokal bisa dieksplore. Dengan begitu, mereka layak dan mampu menjadi magnet untuk meningkatkan kunjungan wisata,” pungkasnya.(sam)