World Hearing Day, RSUD dr Moewardi Fasilitasi Periksa Telinga Gratis ABK

PERIKSA: Dokter THT saat melakukan pemeriksaan terhadap telinga anak down syndrome di RSUD dr Moewardi Solo, Minggu (12/3/23). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SURAKARTA, Joglo Jateng– Dalam rangka memperingati World Hearing Day, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi bersama Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL) Cabang Solo menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah pemeriksaan telinga gratis untuk anak berkebutuhan khusus.

Selain pemeriksaan telinga, kegiatan lain di antaranya sharing session, bersih-bersih telinga dan timpanometri, penyuluhan, dan talent show. Kegiatan sosial tersebut diperuntukkan bagi anak tuna grahita atau down syndrome yang tergabung dalam Komunitas Persatuan Orang Tua dan Anak Down Syndrom (POTADS) Jawa Tengah. Dengan tajuk “Let’s make it reality, mari kita wujudkan telinga dan pendengaran untuk semuanya” kegiatan itu digelar di Sekar Jagad Convention Hall RSUD dr Moewardi Solo, kemarin.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Moewardi, dr Ikhwan Hamzah mengatakan, sangat menyambut baik acara seperti ini. Karena acara seperti ini adalah acara yang diamanahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tentang rumah sakit tanpa dinding.

“Artinya apa RSUD dr Moewardi membuka kran selebar lebarnya  kerjasama dalam bentuk apapun yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Sehingga adanya kegiatan seperti ini orang tua anak down syndrome dapatkan pelayanan terbaik, dengan akses yang cepat,” katanya saat ditemui Joglo Jateng, Minggu (12/3/23).

Sementara itu, Ketua Perhati-KL Solo, dr Putu Wijaya menambahkan, dalam pelaksanaannya, satu per satu anak dilakukan pemeriksaan. Mulai dari fisik telinga hingga bagian tengah telinga.

Apabila didiagnosis terdapat masalah pada telinga anak, maka orang tua akan diarahkan untuk membawa sang anak ke rumah sakit, untuk penanganan lebih lanjut. Sehingga masalah serius akan bisa diatasi secara cepat.

“Tujuannya, selain bersih-bersih telinga, untuk mendeteksi dini kelainan pendengaran bagi anak dengan down syndrome sehingga bisa diantisipasi. Paling tidak kita dapat mengembalikan fungsi pendengarannya sehingga bisa komunikasi dengan lancar,” tegasnya.

Anak dengan down syndrome, lanjutnya, ternyata memiliki kelainan di telinga. Dengan pemeriksaan diharapkan anak-anak bisa diketahui kelainannya sejauh mana dan berapa derajadnya. (cr5/gih)