Oleh: Ida Winarti, S.Pd
Guru SDN 02 Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
SISTEM pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh, itu pendidikan nasional semakin mengalami kemajuan. Pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Sehingga di dalam pengajaran pun, guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa.
Ilmu pengetahuan sosial (IPS) di sekolah dasar berfungsi mentransmisikan pengetahuan dan pemahaman tentang masyarakat, berupa fakta-fakta dan ide-ide kepada anak. Selain itu juga mengembangkan rasa kontunuitas dan stabilitas, memberikan informasi dan teknik-teknik, sehingga mereka dapat ikut memajukan masyarakat sekitar (Hidayat, 2008:24). Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran IPS menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM). Salah satu solusinya adalah pembelajaran dengan metode diskusi.
Kualitas pembelajaran akan meningkat jika guru mampu menciptakan kondisi belajar yang aktif, kreatif, dan mengefektifkan komunikasi interaksi, guru dan siswa menggunakan metode diskusi dengan media pembelajaran yang tepat. Kekatifan belajar siswa merupakan unsur yang paling penting bagi keberhailan proses pembelajaran. Keaktifan merupakan kata dasar aktif yang berarti giat, gigih, dinamis, atau bertenaga (Anwar, 2001:24).
Sudirman (2001) mengungkapkan, keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Menurut Sudjana (2010: 22), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Selanjutnya Sudjana (2009: 22) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Yakni keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, serta sikap dan cita-cita. Hasil belajar yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar bahasa Indonesia berupa nilai yang di dapat dalam bentuk skor setelah diberi tes akhir.
Hamalik (2001:32) menyatakan bahwa untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, perlu digunakan metode dan teknik pembelajaran yang tepat. Metode diskusi merupakan suatu kegiatan dimana sejumlah orang membicarakan secara bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah, atau mencari jawaban dari suatu masalah berdasarkan semua fakta yang memungkinkan untuk dibahas. Menurut Depdikbud (1999:14), metode diskusi adalah suatu metode untuk memupuk keberanian anak didik untuk mengemukakan pendapat atau memberi kritikan terhadap pendapat orang lain yang dikemukakan dalam suatu forum.
Dapat disimpulkan bahwa metode diskusi adalah suatu kegiatan belajar mengajar dalam bentuk tukar pendapat dari pertanyaan-pertanyaan yang ada. Sehingga diperoleh suatu kesepakatan bersama dari permasalahan yang dikaji. Langkah-langkah penerapan diskusi adalah sebagai berikut. Pertama, persiapan. Pada langkah ini, hal-hal yang bisa dilakukan guru adalah menentukan tujuan pembelajaran. Kemudian menyusun jenis diskusi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, mengidentifikasi permasalahan yang akan dibahas oleh peserta didik. Lalu menyiapkan berbagai peralatan penunjang yang dibutuhkan.
Kedua, pelaksanaan. Pada langkah ini, hal-hal yang bisa dilakukan guru adalah mengarahkan peserta didik untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selanjutnya memulai diskusi sesuai aturan, di mana guru harus selalu mengontrol kondisi kelas agar tetap kondusif. Lalu mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan, dan mengadakan sesi tanya jawab antarkelompok atau antara kelompok dan guru.
Ketiga, penutup. Yakni menyampaikan kesimpulan dalam bentuk poin-poin penting. Berikutnya mengadakan mini post test pada peserta didik untuk menguji tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah didiskusikannya. Setelah itu, mengevaluasi jalannya diskusi dan disertai feedback dari peserta didik. (*)








