Metode SAS Tingkatkan Kelancaran Membaca

Oleh: Siti Aminah, S.Pd.SD
Guru SDN 01 Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

MEMBACA merupakan rangkaian huruf-huruf yang dibunyikan sehingga memiliki makna. Menurut Kholid A.H dan Lilis S (1997:140), membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian menjadi frasa, kalimat, dan seterusnya. Keterampilan membaca di kelas rendah terutama di kelas 1 sekolah dasar sangat penting. Dimana siswa mampu mengenal huruf, membedakan, mengidentifikasi, serta merangkaikan huruf menjadi suku kata, lalu kata menjadi kalimat. Membaca di kelas satu dapat melatih kemampuan berpikir dan meningkatkan daya ingat serta dapat memperkaya kosa kata.

Fenomena yang dihadapi guru kelas satu di SDN 01 Samong pada proses pembelajaran di kelas dalam membaca menggambarkan bahwa siswa masih membaca dengan mengeja huruf.  Siswa belum bisa merangkai kata, serta belum aktif dalam pembelajaran. Kondisi tersebut juga disebabkan oleh guru yang belum menggunakan media konkret dan model pembelajaran yang dilakukan cenderung belum sesuai. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas satu dalam membaca.

Guru pada proses pembelajaran menggunakan metode struktural analisa sintesa (SAS). Menurut Oktaviani dkk (2014), metode SAS adalah metode membaca keseluruhan baru bagian. Yaitu anak dilatih menguraikan kata-kata dari sebuah kalimat, kata, suku kata, hingga huruf dalam suku kata. Selanjutnya suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat awal. Metode SAS dilaksanakan dengan menggunakan kartu kalimat dan papan flanel. Mula-mula guru menunjukkan benda asli kemudian gambar kepada siswa. Selanjutnya, guru menempelkan gambar di papan tulis dan di bawah gambar ditempelkan tulisan. Guru menunjukkan contoh membaca tulisan dan siswa disuruh menirukan.

Kelebihan metode SAS adalah membuat anak mudah mengikuti prosedur dan akan dapat cepat membaca pada kesempatan berikutnya. Berdasarkan landasan linguistik, metode ini akan menolong anak menguasai bacaan dengan lancar. Dengan menggunakan metode SAS, siswa menjadi lebih aktif dan senang sehingga proses belajar di kelas dalam membaca menjadi lancar. Penggunaan metode SAS, terbukti dapat meningkatkan kelancaran membaca pada siswa kelas satu di SDN 01 Samong Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Siswa lebih aktif, termotivasi, dan senang dalam proses belajar di kelas. (*)