Pati  

Kualitas Garam Disebut Tergantung Cuaca

petani di Pati sedang memproduksi garam
MENGGARAP: Salah satu petani di Pati sedang memproduksi garam, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyebut bahwa petani garam di wilayah tersebut masih banyak yang memproduksi garam secara tradisional dengan mengandalkan cuaca. Hal tersebut dinilai berpengaruh terhadap kualitas garam.

Fungsional Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Produksi pada DKP Pati, Ari Wibowo mengatakan, kualitas garam tergantung cuaca. Tapi produksi di Pati, rata-rata kualitas 2 atau bentuk fisiknya putih kemudian saat diremas tidak berair.

Dia mengungkapkan, jumlah produksi dan kualitas garam di Pati masih di bawah Madura. Karena masih tertinggal kaitannya dengan sistem pengolahan garam yang menggunakan teknologi.

“Belum bisa seperti Madura. Karena di sana sudah banyak sentuhan. Banyak perguruan tinggi yang fokus pengembangan garam, ada teknologi yang tidak hanya dari KKP, kerja sama dengan swasta dan sebagainya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, petani garam di Pati disebut sudah ada yang mengolah garam menggunakan teknologi tunnel. Namun cara ini masih dinilai kurang efektif untuk meningkatkan kualitas garam.

“Ada teknologi tunnel, teknologi mengunakan plastik bening. Misalnya ada hujan tidak kena. Teknologinya baru di tunnel itu saja. Tetapi juga kurang bagus. Itu juga masih membutuhkan sinar matahari tapi melindungi saat hujan,” terang dia.

Selain menggunakan sistem tunnel, lanjut dia, ada konsep integrasi lahan. Cara ini dengan menyatukan lahan yang dimiliki petambak garam. Minimal membutuhkan 15 hektare lahan. Sehingga satu manajemen, satu proses produksi, hasilnya dikelola bersama.

Adapun pengolahan yang dianggap paling efektif yakni menggunakan sistem Geoisolator. Media ini dinilai mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas garam di Pati.

“Kemudian ada teknologi geoisolator. Pemasang di meja garamnya untuk mempercepat penguapan kemudian bisa menghasilkan garam yang lebih bagus karena tidak berhubungan langsung dengan tanah,” tandasnya. (lut/fat)