SEMARANG, Joglo Jateng – Praktisi kesehatan dr Andrian Setiaji turut menanggapi tingginya kasus obesitas di Indonesia. Menurutnya, gaya hidup malas gerak (mager) menjadi pemicu utama.
“Obesitas itu berhubungan ke lifestyle sendiri, salah satunya itu mager, kan aktivitas fisik kita kalau mager turun,” katanya, belum lama ini.
Dengan kebiasaan mager alias malas gerak ini menjadikan kalori dalam tubuh tidak seimbang. Terlebih ditambah dengan pola makan yang tidak diatur atau kebiasaan mengemil makanan ringan menambah potensi obesitas bisa terjadi pada tubuh manusia.
“Sehingga kalori yang dikeluarkan pun enggak banyak, sedangkan kalau kalori yang masuk banyak, kayak ngemil serta pola makannya enggak dijaga juga. Artinya, enggak balance dari kalori yang dikeluarkan maupun dimasukkan,” jelasnya.
Adrian menyebut bahwa prinsip pola hidup sehat sangat penting untuk diterapkan sebagai pencegahan obesitas. Dari situ, seseorang bisa melakukan defisit kalori atau diet sehat.
“Mungkin kalori yang kita makan harus dikontrol dan bahan-bahan yang kita pilih, misalnya makan-makanan berbahan minyak harus dikurangi,” imbuh dia.
Selain gaya hidup seimbang dan defisit kalori, Adrian menyarankan masyrakat untuk olahraga teratur agar sebagai upaya pencegahan obesitas sesuai rekomendasi dari WHO.
“Aktivitas fisiknya harus kita tingkatkan, olahraga rekomendasinya minimal tiga kali seminggu minimal 30 menit. Jangan sampai olahraga cuma 5 sampai 10 menit. Bahkan, seminggu 1 kali dua kali habis itu off. Nah itu paling penting konsistensi harus terjaga,” jelasnya.
Di sisi lain, Andrian juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindari olahraga di atas jam 9 malam. Karena, malam hari adalah waktunya tubuh beristirahat sehingga ritme tubuh pun sudah dipersiapkan untuk itu.
“Kalau olahraga lebih jam 9 malam, abis olahraga pasti metabolisme naik, denyut jantungnya meningkat, takutnya menganggu kualitas tidur kita atau istilahnya masih melek. Jadi sebisa mungkin sebelum jam 9 malam, mau pagi, siang, sore enggak masalah,” ujarnya.
Dokter Andrian menambahkan, setelah berolahraga pastinya harus mandi dan jika olahraganya terlalu malam pun respon setiap orang berbeda. Misalnya, kurang nyaman, kedinginan atau efek kulit iritasi.
“Lebih baik kita sama ratakan menghindari malam maksimal jam 9 kita sudahi olahraga dan mandi,” tutupnya. (luk/gih)










