Kader Adiwiyata sebagai Salah Satu Cara Pembentukan Karakter Pelajar

Oleh: Karyanti, S.Pd
Guru Bimbingan & Konseling SMP Negeri 5 Sleman, D.I.Yogyakarta

KADER Adiwiyata adalah sebutan untuk individu atau kelompok siswa, guru, atau masyarakat yang aktif terlibat dalam program Adiwiyata. Program Adiwiyata adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mempromosikan kesadaran lingkungan, pelestarian alam, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kader Adiwiyata memiliki peran penting dalam membantu sekolah dalam mencapai status Adiwiyata. Yakni penghargaan atau pengakuan dari pemerintah atas usaha serta komitmen sekolah dalam melaksanakan praktik-praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Untuk mencapai status Adiwiyata, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Sleman telah membentuk Kader Adiwiyata yang berjumlah 84 siswa. Mereka berasal dari peserta didik kelas 7, 8, dan 9.

Proses pembentukan kader adiwiyata diawali dengan adanya sosialisasi, pendaftaran calon kader, seleksi. Kemudian penetapan, dan diakhiri dengan acara pelantikan yang dilakukan oleh kepala sekolah di hadapan seluruh warga sekolah.

Tugas utama dari Kader Adiwiyata SMP N 5 Sleman antara lain sebagai berikut. 1) Mengedukasi sesama pelajar di sekolah tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. 2) Melakukan kampanye tentang perilaku ramah lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Baik secara tatap muka langsung, yaitu kampanye dilakukkan dengan sosialisasi di kelas, maupun secara tidak langsung melalui media massa, seperti YouTube, Instagram, Blog, dan WhatsApp.

3) Melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan di sekolah. Seperti penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan energi, dan lain sebagainya. 4) Mengawasi dan mendukung implementasi perilaku ramah lingkungan oleh sesama peserta didik.

Dengan tugas seperti tersebut diatas, maka secara langsung maupun tidak langsung dengan menjadi Kader Adiwiyata akan terbentuk karakter pelajar yang peduli dan ramah lingkungan. Karakter pelajar yang peduli dan ramah lingkungan ditandai dengan tindakan-tindakan berikut.

1) Kesadaran lingkungan. Melalui program Kader Adiwiyata, pelajar diajarkan untuk memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga alam dan menghormati ekosistem serta makhluk hidup di sekitar mereka.

2) Aksi/gerakan pembelajaran praktis. Pelajar aktif terlibat dalam kegiatan praktis yang berhubungan dengan lingkungan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan taman sekolah. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan praktis dan menginternalisasi nilai-nilai keberlanjutan.

3) Kemampuan pengelolaan sampah. Kader Adiwiyata mampu mengimplementasikan pengelolaan sampah yang baik. Mereka memahami pentingnya memilah, mengurangi, mendaur ulang, dan membuang sampah dengan benar untuk menjaga lingkungan yang bersih.

4) Keterlibatan komunitas. Program ini mendorong pelajar untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan di luar lingkungan sekolah. Seperti mengikuti kampanye lingkungan, membersihkan pantai, atau berpartisipasi dalam proyek-proyek lingkungan yang lebih besar. Ini membantu mereka merasa terhubung dengan komunitas mereka dan mendorong kepedulian terhadap lingkungan yang lebih luas.

Selain memiliki karakter yang terkait aspek lingkungan seperti tersebut diatas, dengan menjadi Kader Adiwiyata juga akan terbentuk karakter pelajar sebagaimana yang diamanatkan dalam kurikulum Merdeka. Yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong. Kemudian bernalar kritis, berkebhinekaan global, kreatif dalam mengambil tindakan, dan berperilaku yang baik untuk lingkungan.

Dengan demikian, program Kader Adiwiyata membantu membentuk karakter siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lingkungan. Selanjutnya mempromosikan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat sekitar sepanjang hidup mereka. (*)