SLEMAN, Joglo Jogja – 30 UMKM Hargobinangun telah menggelar Pasar Kangen Bunda, di The Allabun Resto & Glamping, Senin (1/1/24). Hal ini dilakukan, untuk memberikan peluang bagi para UMKM lokal untuk memamerkan produk tradisional mereka.
Ketua Penyelenggara UMKM Pasar Kangen Bunda, Menuk mengharapkan, gelaran ini dapat diselenggarakan kembali pada tahun berikutnya. Pasalnya ini merupakan inisiatif dari warga Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman.
“Ini merupakan inisiatif warga Kalurahan Hargobinangun, untuk memperkenalkan makanan-makanan tradisional kepada anak-anak zaman sekarang terhadap kuliner. Meskipun sebulan sekali, tapi kami berharap akan dapat memberikan kesan menarik bagi anak-anak,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, dalam kurun waktu satu tahun, pasar kangen berhasil menarik sekitar 1.000 pengunjung perharinya. Jumlah kunjungan ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan yang sedang menjelajahi wilayah Kaliurang.
“Pasar Kangen Bunda saat ini hanya buka setiap Minggu Legi dalam sebulan di The Allabun Resto & Glamping. Akan tetapi, untuk akhir tahun ini kebetulan bertepatan dengan tahun baru, kami tetap membuka produk olahan dari pasar kami,” jelasnya.
Lebih lanjut, produk yang dipasarkan dalam gelaran ini berupa aneka jajanan seperti gatot tiwul, nasi jagung, jaddah tempe, serta olahan daun kelor. Kemudian ada produk tekstil khas dari Sleman. “Sehingga menarik minat masyarakat dari luar wilayah, untuk mencicipi maupun berbelanja pernak pernik,” imbuhnya.
Sementara itu, Manajemen The Allabun Resto & Glamping, Arief Hamzah menyebutkan, konsep utama yang diambil dalam pasar kangen bunda ini adalah perkenalan produk UMKM. Maupun kebudayaan lokal yang berasal dari Kalurahan Hargobinangun.
“Tujuan dari event ini agar mengajak masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan gizi tidak perlu makanan yang mahal. Banyak makanan tradisional yang beragam dan memiliki kandungan gizi tinggi,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyalurkan dukungannya berupa program Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk mengembangkan Kalurahan Hargobinangun, baik dari aspek UMKM, seni, maupun kebudayaan.
“Dalam mendukung pelaku UMKM lokal yang kekurangan ruang pameran, kami menyediakan fasilitas tempat yang nyaman. Tujuannya agar mereka yang merindukan pengalaman makanan dan minuman tradisional dapat mengunjungi tempat ini,” paparnya.
Diharapkan, melalui pasar kangen ini dapat menanamkan kesadaran dalam memperhatikan budaya lokal yang ada. Terutama dalam menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap kuliner lokal.
“Pasar ini dikemas sedemikian rupa agar pesan yang ingin disampaikan penyelenggara utamanya ibu-ibu UMKM Hargobinangun dapat diserap dengan mudah. Yakni oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.(cr11/sam)










