Tari Kolosal & Pagelaran Wayang Meriahkan HUT SMP 1 Bae

BANGGA: Jadug Wisnu Satata, terlihat cukup piawai menjadi dalang dalam HUT SMP 1 Bae. Dengan mengenakan beskap warna sage dipadu dengan jarik batik dan blangkon hitam terlihat cukup lincah memainkan wayang, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bae Kabupaten Kudus sukses menggelar rangkaian Hari Ulang Tahun yang ke 45. Mulai dari ziarah, berbagai lomba, flashmob tari jaranan, pagelaran. Serta pentas seni oleh ratusan pelajar SMP 1 Bae, pada Sabtu, (17/2).

Tidak hanya even kebudayaan. Para pelajar juga melakukan praktik wirausaha dalam bazar. Mereka tampak antusias menyajikan kuliner lokal.

Kepala SMP 1 Bae, Akhsanul Khaq mengungkapkan, HUT ke 45 mengambil tema kearifan lokal dan kewirausahaan. Sebanyak 763 pelajar diberikan wadah untuk mengekspresikan bakat di bidang kesenian.

Menurutnya, generasi muda di usia mereka perlu ditanamkan nilai budaya. Salah satunya pentas wayang kulit yang didalangi oleh siswa SMP 1 Bae bernama Jadug Wisnu Satata.

“Saya merasakan istimewa sekali. Di HUT ke 45, ada bakat siswa kami yang sudah mampu ditampilkan. Bahkan dinikmati karyanya untuk khalayak umum. Yaitu dalang. Tinggal proses mengasah menuju bakat lebih profesional,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Ia menambahkan, seni budaya di SMP 1 Bae tidak hanya sekadar teori. Para siswa diberikan wadah untuk praktik dan terjun langsung. Dalam ekstrakurikuler karawitan, seni tari, seni musik dan rebana.

“Kami yakin masing-masing anak punya bakat yang berbeda dengan siswa lainnya. Maka kami selalu berupaya memberikan mereka wadah berekspresi,” imbuhnya.

45 tahun, menurut Akhsan merupakan usia yang matang. Ia berharap para guru di SMP 1 Bae bisa menanamkan pentingnya berproses kepada anak didik. Agar tercipta generasi muda yang tidak mudah putus asa dan ragu menuju masa depan yang lebih baik.

“Untuk mencapai hal itu dibutuhkan semangat kebersamaan. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini kepada bapak ibu guru, staff, siswa dan orang tua. Sehingga terjalinlah komunikasi yang efektif,” ujarnya.

Di samping itu, Waka Kesiswaan SMP 1 Bae, Supriyatno mengatakan, sekolah telah memberikan fasilitas ruang yang cukup untuk mengorbitkan anak-anak berprestasi.  Dengan harapan mereka yang berprestasi bisa meningkatkan eksistensinya diberbagai bidang. Termasuk kesenian.

“Melalui HUT ini, kami berharap upaya menjaga budaya lokal bisa tercapai. Karena siapa lagi yang akan meneruskan kalau bukan anak-anak kita,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi antusias pelajar SMP 1 Bae dalam bazar yang mereka ciptakan. Produk olahan hasil P5 yang disajikan dalam stand bazar HUT ini berhasil ludes kurang dari satu jam.

“Anak-anak boleh berkreasi sebebas mereka. Memperjualkan minuman herbal maupun makanan. Dengan hasil mereka mendapatkan pengalaman berwirausaha,” tandasnya.

Sementara itu, Siswa kelas 9 SMP 1 Bae, Jadug Wisnu Satata menampilkan seni pewayangan dalam HUT sekolah tersebut. Dia menceritakan, ketertarikannya untuk menjadi dalang berawal saat semasa kecil. dirinya melihat sang ayah, Wahyu Tulus Widodo yang juga berprofesi sebagai dalang.

“Dulu sejak TK sudah mulai suka, tapi belajar serius sejak kelas 6 SD. Darah seni sudah saya rasakan, khususnya dari Ayah sebagai dalang dan Ibu sebagai sinden. Meskipun susah, tetapi saya berusaha meneruskan budaya ini,” paparnya.

Ia berharap, SMP 1 Bae menjadi semakin maju dan memprioritaskan seni kebu ayaan. Khususnya dalam mencetak generasi muda yang bermutu dan berkualitas.

“Di sekolah ini saya telah belajar banyak. Dan saya ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di jalur kesenian agar menjadi dalang yang terkenal dan membawa nama harum  serta nguri uri budaya jawa supaya tidak punah,” harapnya. (cr1/fat)