MENJADI mahasiswa S2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Rahman Wahid/Gusdur ternyata bukan kendala bagi Fauziah Nur Hayati (23) untuk tetap bisa membantu usaha orang tuanya. Yakni berjualan onde-onde mini khas Purbalingga.
Rasa gurih manis yang pas membuat jajanan ini digemari oleh masyarakat. Bahkan, gerobak jualan yang berlokasi di di Pasar Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang tersebut selalu ramai pada bulan Ramadan.
“Sebenarnya orang tua saya jualannya sore, tapi karena pagi juga rame jadi saya berinisiatif berjualan Alhamdulillah laris,” ujarnya, belum lama ini.
Onde-onde ini memiliki bentuk yang lebih lebih kecil dibandingkan onde-onde pada umumnya. Sehingga penikmatnya bisa memakan dalam sekali suapan, dengan citra rasa rasa gurih dan manis. Renyah diluar, empuk di dalamnya. Sangat nikmat disajikan sebagai cemilan.
Harga onde-onde buatan Fauziah juga cukup terjangkau. Hanya dengan Rp 10 ribu, pembeli sudah bisa membawa pulang 40 pcs onde-onde mini.
Fauziah mengatakan, biasanya onde-onde mini akan diburu masyarakat sebagai cemilan berbuka puasa. Sehingga pada saat Ramadan nanti pasti dirinya memasok bahan lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya karena meningkatnya permintaan.
“Kalau kami punya dua cabang di Pasar Banjardawa serta Pasar Beji, buka setiap hingga malam untuk Pasar Beji. Dan khusus Pasar Banjardawa buka pagi pukul 6 pagi sampai habis,” terangnya. (fan/adf)










