Hal yang sama diungkapkan, pedagang Kampung Ramadan lainnya. Nura Rizkiyah. Ia yang biasanya berjualan di rumah mengaku senang. Karena mendapat lokasi yang strategis.
“Kalau di rumah jualan untuk berbuka dan sahur. Jadi ini momen yang baik untuk kita para pedagang menambah pendapatan,” ujarnya.
Salah satu pembeli, Ani Suwondo, mengungkapkan rasa senangnya jika kampung Ramadan digelar tiap tahun. Menurutnya, salah satu hal yang paling ditunggu setiap Ramadan tiba. Yaitu hunting jajanan di Pasar Ramadan.
“Ini memudahkan kita para pekerja yang tidak ada waktu untuk masak. Dan tempatnya pun strategis,” ungkapnya.
Ia menilai adanya kampung Ramadan bisa meningkatkan UMKM warga setempat. Apalagi, kata Ani, masyarakat Jati banyak yang berpotensi untuk berdagang.
“Ini menjadi inovasi yang bagus untuk memajukkan UMKM. Khususnya daerah yang masyarakatnya memiliki kemampuan untuk berjualan,” bebernya. (cr1/fat)










