UMKM  

Mencetak Ikan Koki Kualitas Kontes, Peternakan Tomtom Goldfish Raup Keuntungan Belasan Juta per Bulan

TUNJUKKAN IKAN: Beny Susanto pemilik menunjukkan ikan di kolam peternakannya, Tomtom Goldfish, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

BERAWAL dari hobinya bersama saudara, Beny Susanto berhasil mengembangkan peternakan koki yang mampu mencetak ikan kualitas kontes hingga terjual jutaan rupiah. Ia merintis bisnisnya dengan satu akuarium kecil hingga berkembang beberapa kolam pembesaran. Lokasinya berada di Jalan Pantura Pemalang-Pekalongan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.

Pemilik peternakan koki Tomtom Goldfish ini mengatakan bahwa awal dirinya mendirikan farm ini merupakan kerja sama dengan kakak saudaranya. Tepatnya sejak 2020 lalu.

Selamat Idulfitri 2024

“Ya dulu hobi aja. Dari beberapa ikan koki jenis oranda yang merupakan ikan koki umum di miliki penghobi. Disitu saya tertarik buat ngepair (menjodohkan ikan, Red.) punya saya sendiri ternyata bisa, hingga berkembang seperti sekarang punya tiga kolam pembesaran. Lima atau enam bak pembesaran juga,” ujarnya, belum lama ini.

Baca juga:  Berawal Pandemi Bikin Undangan Digital, Kini Jadi Bisnis

Untuk pemasaran, dirinya telah memiliki rekan tetap dari Vietnam untuk memasarkan ikannya ke negara tersebut. Dengan kualitas ekspor ini lah, dirinya mampu meraup keuntungan belasan hingga puluhan juta setiap bulannya. Salah satu ikan jenis unggulan yang ia miliki yaitu koki oranda short tail, serta rancu yang baru-baru ini ia kembangkan karena punya peminat.

Dengan kualitas super, Beny mengaku mendapatkan indukan langsung di impor dari Thailand yang ia beli di harga Rp 10 juta untuk satu ekornya. Sehingga dirinya sering didatangi oleh penghobi kontes ikan koki, bahkan beberapa prestasi pernah dicapai oleh ikan hasil budidayanya dari tingkat regional hingga nasional.

Baca juga:  Orderan Kue Kering Izza Cake and Cookies Meningkat Dua Kali Lipat di Bulan Ramadan

“Kalau dilihat sekilas memang mudah, tapi peternak koki punya tantangan tersendiri. Apalagi saya pakai air PDAM jadi biaya perawatan lebih mahal, setiap bulan mengeluarkan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk perawatannya saja. Ini semua dilakukan untuk menjaga kualitas ikan,” terangnya.

Tak lupa, dirinya membagikan tips dan trik cara memilih ikan kualitas kontes dari hasil belajar secara otodidak dengan melihat ikan-ikan juara pada ajang konten koki.

“Untuk oranda short tail paling mudah dilihat dari bentuk kepala dan badan proporsional hampir bulat, sirip dorsal atas tidak cacar atau bengkok dan bagian sirip anal sejajar rapat. Kalau rancu saya sendiri masih belajar. Tapi memang hampir mirip hanya saja proporsinya berbeda sedikit,” jelasnya. (fan/adf)