80 Bhikkhu Thudong Thailand Bakal Singgah di Semarang

SUASANA: Masyarakat saat gotong royong membersihkan lingkungan sekitar Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Pudakpayung, Semarang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 80 Bhikkhu Thudong bakal datang kembali ke Kota Semarang untuk memperingati Hari Raya Waisak 2568 BE. Puluhan bhikku tersebut dijadwalkan akan singgah di Kota Semarang pada hari ini dan besok.

Nantinya akan ada dua tempat khusus yang menjadi tujuan. Yakni Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti dan Vihara Buddha Dipa.

Koordinator Bhikkhu Thudong 2024 Kota Semarang, Wahyudi Santiphala mengaku merasa bangga dan terhormat. Karena Kota Semarang ditunjuk sebagai tuan rumah Event Internasional Bhikkhu Thudong 2024.

“Untuk itu, kami mengajak warga Kota Semarang berkenan turut hadir dan mendukung kegiatan bersejarah ini,” katanya, Selasa (14/5/24).

Pada tahun 2024 ini, titik awal perjalanan Bhikkhu Thudong dimulai dari Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, di Bukit Kassapa, Semarang. Lalu menuju Candi Agung Borobudur dan perjalanan diakhiri di Candi Muaro Jambi, Sumatera.

Baca juga:  Pemkot Semarang Komitmen pada Penyelenggaraan HAM

Upacara pelepasan di Viraha Sima bakal digelar besok. Nantinya akan hadir Wali Kota Semarang, tokoh lintas agama, sekitar 35 orang bhikkhu anggota Sangha di Indonesia, dan pelajar serta mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus di Semarang.

Sebelum pelepasan, pada Rabu (15/5/2024) petang, dari Vihara Buddha Dipa, bhikku Thudong akan mengulang peristiwa bersejarah. Yakni menempuh jalur sakral di Hutan Bukit Kassapa dan Hutan Pakintelan yang luasnya lebih dari 200 hektar.

“Sesudah acara penyambutan singkat di Vihara Buddha Dipa, Pakintelan, Gunungpati, para Bhikkhu Thudong berjalan kaki menembus kedalaman hutan kota dan menyeberangi Sungai Kaligarang yang berbatasan Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik,” kata Wahyudi.

Baca juga:  Gandeng BP Tapera, Bank Jateng Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Hunian Impian

Demi kelancaran dan keamanan perjalanan di jalur sakral ini, sekitar 300 relawan gabungan dari berbagai unsur dan elemen masyarakat secara aktif terjun mendukung dan membantu persiapan. Untuk itu, warga Kota Semarang diajak berpartisipasi dengan bergabung dalam kepanitiaan dan mendukung persiapan. Pasalnya jika berkaca pada 2023 lalu, ada sekitar 3.000 warga yang memadati Desa Pakintelan dan Banyumanik.

“Pada peristiwa itu, terdapat spontanitas warga yang mengambil peran untuk turut mangayubagyo. Ada yang menyediakan air minum, nasi bungkus, menghias bunga di pratima (altar, Red.), meminjami diesel, sound system, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga:  Duta Genre Punya Tugas Berat Turunkan Stunting hingga 14 Persen

Puncak acara pelepasan Bhikkhu Thudong 2024 dilaksanakan pada hari Kamis pagi, tanggal 16 Mei 2024 jam 08.00-09.00 WIB di Bukit Kassapa, Kalipepe, Pudakpayung, Semarang. Kehadiran biksu thudong 2024 di Kota Semarang juga akan dimeriahkan dengan pesta rakyat berupa penampilan seni budaya lintas agama.

“Mari jadikan kehadiran Bhikkhu Thudong Internasional 2024 di Kota Semarang menjadi ajang keakraban dan pesta rakyat bersama. Salah satunya dengan gotong royong nyengkuyung Bhikkhu Thudong sesuai minat dan kemampuan masing-masing,” tandasnya. (luk/adf)