Kudus  

Desa Wisata Gebyog Royo Maju Jambore Pokdarwis Jateng

PERSIAPAN: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gebyog Royo Desa Kaliwungu Kudus menyuguhkan praktik menatah kepada para pengunjung di even Jambore ke 18 Pokdarwis se-Jawa Tengah pada 17-19 Mei 2024 di Balai Jagong dan Taman Krida. (DOK.SMA 1 KUDUS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gebyog Royo Desa Kaliwungu, akan menunjukkan potensinya dalam event Jambore ke 18 Pokdarwis se-Jawa Tengah. Tim yang terdiri tiga peserta ini akan mewakili Kudus dan berkompetisi dengan 34 kabupaten/kota pada 17-19 Mei 2024 di Balai Jagong dan Taman Krida.

Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Aflah menyebutkan, peserta jambore akan mengikuti beberapa rangkaian agenda. Mulai dari tes tulis, studi kasus, aksi tanggap sapta pesona dan lain-lain. Mereka akan mempresentasikan potensi Pokdarwis Gebyog Royo di event ini.

Baca juga:  Dishub Kudus Segera Lengkapi Zoss untuk Menunjang KLA

“Pendampingan dan arahan sudah dilakukan. Mereka yang akan maju mendapat arahan juga dari pokdarwis yang pernah mewakili Kudus mengikuti Jambore Jawa Tengah,” ujarnya, Kamis (16/5/24).

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kaliwungu, Feri Andriawan mengatakan, pihaknya bersama tim akan berusaha maksimal dalam event ini. Yakni dengan menerapkan tiga poin, belajar, berkarya dan bermitra.

“Kami bersama desa wisata lainnya selalu berusaha berkarya dengan mengunggulkan produk lokal khas masing-masing. Di Kaliwungu sendiri, sesuai dengan trah keturunan Mbah Rogo Moyo selaku maestro rumah adat joglo pencu tumpang songo,” ungkapnya.

Baca juga:  Bakesbangpol Kudus Perketat Seleksi Calon Paskibraka

Dikatakannya, tim Pokdarwis Kaliwungu juga telah memiliki paket wisata edukasi dan religi yang dalam pelaksanaannya dilakukan mitra ke beberapa lembaga pendidikan. Hal ini mengingat banyaknya ukir gebyog yang mencapai 80 warga, bahkan lebih.

“Kami manfaatkan apa yang ada di desa. Termasuk anak-anak yang mengikuti wisata edukasi akan diajari dan praktik langsung cara menatah,” katanya.

Hal itu akan disuguhkan dalam Jambore Pokdarwis, sehingga para pengunjung yang datang bisa mencoba belajar menatah. Dengan demikian, pihaknya berharap para peserta bisa mengambil intisari dengan belajar, bermitra dan berkarya dalam event ini.

Baca juga:  BRI Kudus Serahkan Ambulans ke Yayasan Sosial

“Karena kami di Kaliwungu khasnya adalah Mbah Rogo Moyo yang memperkenalkan balutan seni Jawa, Tionghoa dan Budha sebagai toleransi umat beragama. Maka desa lain juga bisa melakukan itu sesuai potensi masing-masing,” harapnya.(cr1/sam)