KUDUS, Joglo Jateng – Dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi siswa, SMP 1 Bae Kudus mengadakan program literasi yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini mengharuskan siswa membaca selama 15 menit setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Salah satu guru SMP 1 Bae Kudus, Chimayah menyampaikan, untuk memastikan siswa bertanggung jawab atas bacaan mereka, setiap peserta didik diwajibkan mengisi jurnal individu. Isinya berupa ringkasan atau catatan dari buku yang telah mereka baca.
“Dengan cara ini, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga melatih pemahaman dan daya ingat mereka terhadap isi buku. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diperbolehkan membawa buku sendiri dari rumah, sesuai dengan yang diminati,” ungkapnya, Selasa (18/2/25).
Namun, lanjutnya, bagi yang tidak membawa, sekolah telah menyediakan pojok baca di setiap kelas. Dimana koleksi buku disini diganti setiap bulan, sehingga siswa selalu memiliki variasi bacaan yang baru dan menarik.
“Program literasi ini mendapat respon yang cukup baik dari peserta didik. Namun, tantangan tetap ada, terutama karena beberapa dari mereka masih enggan membaca dan lebih tertarik berselancar di internet,” ujarnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya mendorong kebiasaan membaca secara perlahan, agar minat literasi siswa dapat tumbuh secara bertahap. Diharapkan peserta didik dapat kembali mencintai aktivitas membaca, memiliki kebiasaan literasi yang berkelanjutan, serta lebih serius dalam mengembangkan kemampuan memahami dan menganalisis bacaan.
“Kamk berharap, meskipun saat ini masih ada tantangan, langkah kecil yang telah dilakukan dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan literasi generasi muda,” pungkasnya. (cr9/fat)










