”Momentum Hari Tari Dunia ini kami jadikan ruang ekspresi dan kolaborasi. Semangat semakin kuat karena ini sekaligus ajang mempererat hubungan antar-seniman,” tambah Rama.
Tidak hanya pertunjukan tari, suasana di sekitar Pendopo Notobratan juga diramaikan oleh bazar makanan dan jajanan khas tempo dulu, yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lampau. Masyarakat sangat antusias menghadiri acara ini.
”Hal itu terbukti dengan penuhnya area pendopo sejak pagi hingga malam yang dihadiri oleh masyarakat,” bebernya.
Peringatan Hari Tari Sedunia di Demak tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan antara pemerintah, seniman, dan masyarakat.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa seni tradisional masih sangat dicintai dan mampu menjadi perekat budaya di tengah era modernisasi. (adm)










