Mentalitas Berdaya Saing yang Reflektif
Selain penanaman karakter positif, Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diluncurkan oleh kemendikdasmen dan akan mulai dilaksanakan pada November bagi kelas 12 sekolah tingkat menengah atas sederajat depan juga menarik untuk dilihat. Sebab meskipun konsepnya sama seperti ujian nasional yang pelaksanaanya serentak, TKA tidaklah bersifat wajib keikutsertaanya.
Pendekatan dalam implementasi TKA bersifat reflektif bagi murid dalam menilai hasil pembelajaran yamg selama ini ia tempuh di sekolah. Hasil TKA juga diakui keabsahannya, bahkan bagi murid yang ikut TKA, hasil yang ia dapat bisa digunakan sebagai kelengkapan masuk perguruan tinggi.
Implementasi TKA mampu menyediakan ruang motivasi bagi murid untuk menganalisis kebutuhan dan rancangan masa depan yang akan ia buat setelah masa sekolahnya.
Pentingnya ikut serta TKA di sisi lain mampu menyediakan gambaran hasil belajar dan evaluasi pembelajaran di masa selanjutnya serta merta mampu melatih mental murid sekolah menghadapi tantangan dunia global yang bahkan kompetitifnya terus meningkat. Hal ini tentu makin membuka harapan cerah akan masa depan, generasi muda bangsa Indonesia menjadi sumber daya manusia generasi emas.
Lewat optimisme, kolaborasi semua pihak, evaluasi pelaksanan dalam menunjang perbaikan terobosan juga hadir sebagai jaminan program yang ada terus mampu menjadi ruang yang menguatkan karakter luhur generasi muda bangsa Indonesia dan mampu menjawab berbagai tantangan global. (*)








