Oleh: Muhamad Ikhwan A, A.
Manajer Program Al Wasath Institute
DI zaman yang kian modern, globalisasi menjadi fenomena yang menusuk. Pengaruh gaya hidup yang kian global tak dipungkiri memang bisa berdampak positif. Namun, di sisi lainnya justru cenderung negatif. Dari jamaknya dampak, pergeseran karakter bangsa Indonesia yang penuh akan keluhuran kian mengikis.
Arus globalisasi merongrong masuk ke sela kehidupan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tak jarang memunculkan karakter masyarakat yang makin minim sadar akan batas moralitas. Ditahapan selanjutnya, melunturnya karakter luhur generasi muda juga menjadikan rasa nasionalism dan cinta tanah air semakin memudar (Sri Yunita, 2024).
Pendidikan yang bisa dikatakan sebagai pilar peradaban tentu merupakan variabel utama atas tantangan globalisasi ini. Wajah penyelenggaraan pendidikan di sebuah negara bahkan selalu dan mesti menjadi tolok ukur kearah mana konsentrasi negara dan bangsa menjawab tantangan globalisasi.
Kemajuan teknologi dan informasi yang tak terbendung mengharuskan pendidikan terus menjaga tatanannya. Lewat pendidikan yang baiklah, lahir manusia yang berkualitas dan berbudaya (Lili Marlinah, 2018).
Menjawab tantangan yang ada, di Indonesia sendiri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengemban tugas memastikan pendidikan dasar dan menengah berjalan dengan baik terus meluncurkan terobosannya.
Penguatan Karakter Murid Sekolah
Penguatan karakter murid sekolah menjadi salah satu program utama yang dilakukan oleh kemendikdasmen. Melalui penanaman kebiasan positif dalam aktivitas sehari-hari, Kemendikdasmen berupaya menyempurnakan positifisme ekosistem pendidikan agar terus terjaga kontruksinya.
Belajar diorientasikan bukan hanya terbatas pada aktivitas ruang kelas dan peningkatan kompetensi keahlian. Namun, juga pembangunan karakter generasi muda melalui konsepsi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Kebiasaan yang meliputi Bangun Pagi, rajin beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat menjadi panduan yang terus disosialisasikan dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan 7 KAIH, generasi muda bangsa kita mampu menjadi manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual tetapi juga karakter positif yang kuat.








