Salah satu momen paling berkesan pada malam penganugerahan datang dari kategori Santri Inspiratif. Nama Khoirul Adib, santri asal Tuban yang kini menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ilmi Meteseh – Semarang, resmi diumumkan sebagai penerima penghargaan terbaik.
Dua santri lainnya yang turut meraih penghargaan pada kategori ini yakni Qatratun Nadia (Pondok Pesantren Fadlun Minallah, Bantul) dan Tsuroiyah Hamidah (Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan).
Adib dinilai berhasil menunjukkan dedikasi luar biasa dalam belajar, berdakwah, dan berinovasi di lingkungan pesantren. Ia dikenal sebagai penggerak literasi dan ekonomi kreatif berbasis santri.
“Dari ketulusan mereka, lahirlah keabadian. Mereka bukan hanya guru bagi santri, tetapi juga inspirasi bagi kemanusiaan,” ungkap Alissa Wahid, Ketua Dewan Juri, saat menyerahkan penghargaan tersebut.
Sebagai penutup, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran pejabat Kemenag meresmikan Gerakan Wakaf Santri Nusantara. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong lahirnya ekonomi syariah produktif berbasis pesantren, dengan santri sebagai motor penggerak utama. Peresmian dilakukan secara simbolis sebagai penanda penting kebangkitan ekonomi umat yang tumbuh dari tangan-tangan santri.
“Pesantren kini tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan teknologi,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam sambutannya. (hms/iza)










