Kudus  

‎‎Tak Presisi, Bupati Perintahkan Granit Arpusda Dibongkar

‎‎AMATI: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris yang didampingi oleh Kepala Arpusda Kudus saat sidak di proyek pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) di kawasan Balai Jagong, Rabu (5/11/2025). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎KUDUS, Joglo Jateng – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menunjukkan ketegasan dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur publik. Saat inspeksi mendadak (sidak) di pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) di kawasan Balai Jagong, Rabu (5/11/25), ia langsung memerintahkan pembongkaran sebagian lantai granit yang dinilai tidak presisi.

‎‎Dalam kunjungannya, Sam’ani meninjau setiap sudut bangunan yang tengah dikerjakan. Ia memeriksa mutu material, kerapian pemasangan, hingga keakuratan pengerjaan. Saat menemukan beberapa bagian granit yang tidak rata dan kurang presisi, ia tak segan meminta penyedia jasa memperbaikinya.

‎‎”Pekerjaan seperti ini harus sesuai spesifikasi. Kalau pemasangannya tidak rapi, harus dibongkar dan dikerjakan ulang. Ini uang rakyat, jadi hasilnya juga harus maksimal,” tegasnya.

‎‎Proyek Arpusda sendiri merupakan pembangunan strategis dengan nilai total Rp10,65 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI. Hingga awal November, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 76 persen, dengan target rampung 100 persen pada akhir November atau paling lambat awal Desember 2025.

‎Menurut Sam’ani, ketepatan waktu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek. Kualitas pekerjaan, katanya, harus menjadi prioritas utama agar bangunan bisa bertahan lama dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

‎‎”Kalau hasilnya bagus dan sesuai spesifikasi, baru bisa kita terima. Setelah selesai akan dilakukan pemeriksaan tahap pertama (PHO) sebelum pembayaran penuh. Ini bentuk komitmen kami untuk menjaga akuntabilitas pembangunan,” ujarnya.

‎‎Bupati juga mengapresiasi kinerja Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) yang terus melakukan pengawasan di lapangan, serta rekanan pelaksana yang dinilai cukup kooperatif. Ia bahkan mengundang masyarakat dan insan pers untuk ikut memantau proyek sebagai wujud transparansi publik.

‎‎”Silakan teman-teman pers dan masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada yang kurang pas, sampaikan saja. Pengawasan publik ini penting untuk memastikan hasil terbaik bagi Kudus,” katanya.

‎‎Sementara itu, Andi Raih selaku perwakilan dari CV Mawar Merah, pihak pelaksana proyek, menyatakan siap menindaklanjuti instruksi bupati. Ia mengakui ada sekitar 20 hingga 25 keping granit yang harus dibongkar ulang agar hasil akhir lebih rapi dan presisi.

‎‎”Kami sudah turunkan tim tambahan untuk mempercepat perbaikan. Target kami, proyek selesai tepat waktu dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan,” pungkasnya. (adm/fat)