Kudus  

Rusak Parah Akibat Hujan, Jalan Lingkar Utara Kudus Mulai Ditangani Darurat

Petugas BBPJN melakukan perbaikan jalan lingkar utara Kudus yang berlubang.
‎‎TAMBAL: BBPJN Jateng–DIY melalui Balai Wilayah Pati mulai melakukan penanganan darurat pada ruas Jalan Lingkar Utara Kudus yang mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat berkepanjangan. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng — Sejumlah lubang yang membahayakan pengguna jalan kini terlihat ditangani secara intensif oleh petugas di sepanjang jalur pantura ini. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY melalui Balai Wilayah Pati mulai melakukan perbaikan Jalan Lingkar Utara Kudus yang mengalami kerusakan cukup parah akibat curah hujan tinggi belakangan ini.

Langkah penanganan darurat ini diambil untuk memastikan keselamatan pengendara, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi kendaraan berat dan warga lokal.

Kepala Balai Wilayah Pati BBPJN Jateng–DIY, Api Diana Prasetiyaji menjelaskan, kerusakan struktur jalan muncul setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Genangan air menyebabkan aspal mengelupas dan menimbulkan lubang di sejumlah titik krusial.

”Untuk Lingkar Utara Kudus, kami sudah merencanakan penanganan awal dengan menyiapkan material tambalan. Fokus kami saat ini adalah memastikan jalan tetap aman dilalui sambil menunggu cuaca membaik,” ujarnya.

Kendala Cuaca dan Metode Tambal Sulam

Api menyebutkan, perbaikan permanen belum dapat dilakukan secara maksimal karena faktor cuaca. Hujan yang masih sering turun membuat pengaspalan total menjadi tidak efektif. Tambalan berisiko rusak kembali jika terkena air sebelum material mengering sempurna.

Oleh karena itu, strategi yang diterapkan saat ini bersifat sementara namun fungsional. Pihaknya juga meminta koordinasi teknis di lapangan dilakukan intensif melalui Sub Koordinator Balai Perbaikan Jalan (BPJ) wilayah Kudus dan Jepara untuk respons cepat.

Sementara itu, Sub Koordinator BPJ Pati, Parjo mempertegas pembagian kewenangan status jalan. Ia menjelaskan bahwa Jalan Lingkar Utara Kudus merupakan kewenangan BBPJN Wilayah Pati. Hal ini berbeda dengan Jalan Lingkar Selatan yang berstatus jalan nasional dan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Gunakan Material Khusus dan Perbaikan Drainase

Terkait teknis pengerjaan, Parjo merinci langkah-langkah yang sedang ditempuh timnya di lapangan:

  • Penggunaan CTB: Penutupan lubang menggunakan material Cement Treated Base (CTB) untuk stabilitas sementara.
  • Pengaspalan Lanjutan: Akan dilakukan setelah kondisi permukaan stabil dan cuaca panas mendukung.
  • Normalisasi Drainase: Perbaikan saluran air agar tidak ada genangan yang mengikis badan jalan.

”Penanganan di Lingkar Utara kami lakukan secara bertahap. Saat ini menggunakan material Cement Treated Base (CTB) untuk menutup lubang-lubang yang ada,” jelas Parjo.

Ia menambahkan, jumlah titik kerusakan bersifat dinamis. Tim di lapangan akan langsung menambal begitu menemukan lubang baru. Selain itu, rambu dan lampu peringatan juga telah dipasang di titik rawan agar pengguna jalan lebih waspada.

Proses perbaikan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Pihaknya mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan kendaraan berat, untuk mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas di kawasan Lingkar Utara Kudus. (adm/fat)