SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 76 warga Kabupaten Demak terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat dugaan keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden massal ini langsung mendapat atensi penuh dari Satgas MBG Jateng guna menelusuri akar penyebab kelalaian secara komprehensif.
Puluhan korban yang terdiri dari 59 siswa, tenaga pendidik, santri, balita, hingga ibu menyusui tersebut kini menjalani rawat inap intensif.
Mereka tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RS Getas Pandawa, RS Sultan Fattah, RS PKU Gubug, serta beberapa puskesmas di wilayah Demak.
Kasus ini bermula dari distribusi menu makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebonagung pada Sabtu (18/4/2026) lalu.
Sehari setelahnya, yakni Minggu (19/4/2026), puluhan penerima bantuan mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, hingga pusing hebat secara bersamaan.
Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah, Hanung Triyono, membenarkan adanya lonjakan jumlah pasien rawat inap yang didominasi oleh kalangan pelajar tersebut.
“Data per pagi ini, pasien rawat inap berjumlah 76 orang. Mayoritas adalah siswa sebanyak 59 anak, ditambah santri, balita, ibu menyusui, hingga tenaga pendidik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Dimasak Terlalu Pagi, Makanan Rusak
Berdasarkan hasil investigasi awal tim satuan tugas, penyebab utama insiden keracunan MBG di Demak ini diduga kuat berkaitan dengan kelalaian proses pascaproduksi.
“Analisis kami menunjukkan adanya kemungkinan keterlambatan konsumsi. Proses memasak nasi goreng dilakukan terlalu awal, yakni pukul 03.00 WIB,” ungkap Hanung.
Ia menambahkan, hidangan yang tidak segera disantap serta kombinasi menu tertentu memiliki risiko tinggi mempercepat proses kerusakan dan pembusukan makanan.
Sebagai langkah penanganan darurat, operasional dapur SPPG Kebonagung telah dihentikan sementara waktu sejak Minggu (19/4/2026) demi mempermudah proses investigasi lanjutan.
“Satgas MBG Jateng akan melakukan evaluasi total terhadap SOP distribusi dan menu agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Saat ini, kondisi kesehatan para korban dilaporkan berangsur membaik dan sebagian pasien diperkirakan sudah diperbolehkan pulang ke rumah dalam waktu dekat. (hfh/ree/rds)










