Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan rumah tidak layak huni menjadi salah satu strategi penting. Terutama, dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.
“RTLH ini dikerjakan bersama-sama, tidak hanya oleh Pemerintah Provinsi. Pemerintah kabupaten ikut bergerak, CSR ikut bergerak, Baznas ikut bergerak, Bank Jateng ikut bergerak, dan berbagai pihak lainnya,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.
Ia menambahkan, kemiskinan harus ditangani secara bergotong royong. “Kemiskinan harus kita keroyok bersama melalui sinergi seperti ini agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” paparnya.
Salah satu penerima manfaat, Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, mengaku bersyukur atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Menurutnya, rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan kini menjadi lebih layak ditempati bersama keluarga.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati yang telah membantu. Sekarang rumah kami menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan keluarga merasa lebih tenang untuk menempatinya,” ungkap Hadi.
Melalui sinergi program peningkatan kualitas rumah layak huni tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen terus memperkuat kolaborasi. Hal ini guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (hms/rds)










