WONOSOBO, Joglo Jateng – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi unik sekaligus menyentuh dari sepasang suami istri asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Demi mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam, mereka memberikan nama yang sangat tidak biasa untuk anak ketiga mereka yang berjenis kelamin laki-laki, yakni Muhammad MBG Subianto.
Nama unik tersebut mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warganet setelah foto sang bayi beredar luas di berbagai platform digital. Namun, di balik nama yang mencuri perhatian tersebut, rupanya tersimpan kisah perjuangan ekonomi keluarga yang mengharukan.
“Nama ini adalah wujud rasa syukur kami yang mendalam karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) era Presiden Prabowo telah menyelamatkan keluarga kami,” kata Yuharni, Senin (13/7/2026).
Buah hati dari pasangan Ambon Yasin dan Yuharni ini lahir pada Jumat (10/7/2026) lalu. Keluarga kecil ini merupakan warga Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.
Bagi mereka, penyematan nama tengah “MBG” dan nama belakang “Subianto” yang diambil dari nama Presiden Prabowo Subianto bukanlah sekadar mencari sensasi. Program nasional tersebut diakui menjadi dewa penolong yang nyata saat dapur mereka hampir berhenti mengepul.
“Program MBG dari pemerintah pusat ini benar-benar membawa keberkahan nyata dan terbukti meningkatkan kesejahteraan keluarga kami,” ujarnya.
Sebelum program ini berjalan, badai ekonomi sempat menghantam keluarga Yuharni. Ia terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah pabrik kayu tempatnya mencari nafkah dinyatakan bangkrut dan terpaksa gulung tikar.
Menjadi pengangguran sempat membuat kondisi finansial keluarganya terpuruk ke titik terendah.
“Saya sempat menganggur setelah pabrik kayu tempat saya bekerja bangkrut. Namun berkat adanya program MBG ini, saya sekarang bisa kembali bekerja,” ujar Yuharni.
Roda nasib Yuharni berputar 180 derajat sejak Senin (25/8/2025) lalu. Lewat kehadiran program nasional ini, ia mendapatkan peluang emas untuk bangkit.
Kini, ia aktif bekerja dan memegang peran penting sebagai koordinator ompreng di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kehadiran bayi Muhammad MBG Subianto kini tidak hanya melengkapi kebahagiaan pasangan Ambon Yasin dan Yuharni, tetapi juga menjelma sebagai simbol optimisme dan fajar baru bagi masa depan ekonomi keluarga mereka di desa.
“Bagi kami, anak ini tidak hanya menjadi anggota baru di dalam keluarga, tetapi juga menjadi simbol harapan dan rasa terima kasih kami di Dusun Prigi,” pungkas Yuharni. (cr1/rds)










