DUNIA MC dan voice over (VO) bukan hal baru bagi Falichatun Naja. Perempuan asal Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ini sudah terbiasa berbicara di depan banyak orang sejak duduk di bangku sekolah.
Lulusan SMA NU Hasyim Asy’ari Kudus dan UIN Sunan Kudus itu mulai terjun sebagai MC ketika masih SMA. Ia sering dipercaya membawakan acara sekolah maupun kegiatan keagamaan. “Mungkin karena ikut organisasi sekolah, jadi sering diminta tampil. Dari situ jadi terbiasa dan akhirnya suka,” kenangnya.
Saat kuliah, Naja mulai mengenal dunia voice over. Awalnya, ia hanya membantu teman yang berprofesi sebagai videografer. “Pertama kali VO itu di kampus. Teman ngajak ngisi suara buat video. Lama-lama malah sering dapat tawaran,” katanya.
Sejak itu, suaranya mulai terdengar di berbagai proyek. Ia pernah mengisi VO untuk profil sekolah, perpustakaan kampus, profil desa, hingga video lomba HUT Kudus bersama Azida Project. Di dunia MC, ia juga pernah dipercaya memandu acara besar seperti Meet and Greet David Rizal saat Festkom KPI, Workshop bersama Tomy Ristanto (presenter NET), serta acara keagamaan dan sosial di desa yang dihadiri Ibu Bupati Kudus, Mawar Hartopo.
Dari sekian banyak pengalaman, salah satu yang paling berkesan bagi Naja adalah saat menjadi MC di desanya sendiri. “Waktu itu banyak pejabat yang datang. Ada salah satu bapak yang nyamperin dan bilang suaraku bagus, terus doain semoga bisa ketemu lagi. Rasanya seneng banget, apalagi diapresiasi di tempat sendiri,” ujarnya tersenyum.










