KENDAL, Joglo Jateng – Kabupaten Kendal kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Jawa Tengah. Berdasarkan rilis resmi Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III 2025 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal di Gedung Abdi Praja, Rabu (10/12/2025), ekonomi Kendal tercatat tumbuh impresif sebesar 8,84 persen secara year-on-year (y-on-y).
Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto memaparkan bahwa kinerja ekonomi Kendal pada Triwulan III menunjukkan tren yang sangat solid dan stabil sepanjang tahun.
“Secara y-on-y, pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 8,84 persen dan ini masih menjadi yang tertinggi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dari sisi q-to-q tumbuh 2,55 persen, dan secara c-to-c mencapai 7,64 persen,” jelasnya.
Industri Manufaktur Jadi Tulang Punggung
Ade Sandi menjelaskan, sektor industri manufaktur masih menjadi penopang utama ekonomi daerah. Keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memberikan dampak signifikan.
“Peran KIK dan KEK semakin terasa. Produksi industri meningkat, ekspor membaik, dan investasi fisik terus bertambah. Semua ini memberi kontribusi besar terhadap kenaikan PDRB,” paparnya.
Selain itu, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan angka 22,08 persen. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa arus investasi fisik, baik untuk industri maupun infrastruktur, terus mengalir deras ke Kendal.
Daya Beli Terjaga
Di sisi lain, BPS mencatat konsumsi rumah tangga tetap mendominasi struktur ekonomi dengan pangsa mencapai 55,71 persen dan pertumbuhan sebesar 4,91 persen. Angka ini menggambarkan daya beli masyarakat Kendal yang masih terjaga dengan baik. Penguatan juga terjadi pada belanja pemerintah yang tumbuh 12,19 persen, didorong oleh relaksasi anggaran dari pusat yang mempercepat realisasi.
Kick Off Sensus Ekonomi 2026
Usai pemaparan rilis PDRB, acara dilanjutkan dengan Kick Off Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Dalam sesi sosialisasi, Statistisi Madya BPS Kendal, Akhmad Tantowi, S.Si., M.Ec.Dev. menekankan pentingnya agenda nasional ini.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi sumber data dasar yang sangat vital. Data inilah yang nantinya digunakan untuk membaca struktur ekonomi secara utuh dan menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tandasnya. (ags/adf)










