Kudus  

Kisah Karyawan Kafe di Kudus Sukses Kembangkan Bisnis Fotografi Berkat KUR BRI

SIBUK: Samsul Ma'arif, warga Kabupaten Pati yang kini bekerja di Rumah and Coffee Joglo Maqha Kudus. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Berawal dari hobi memotret, Samsul Ma’arif, warga Kabupaten Pati yang kini bekerja di Rumah and Coffee Joglo Maqha Kudus, berhasil mengembangkan usaha fotografi miliknya. Hal itu terwujud setelah ia memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pinjaman tersebut dimanfaatkannya secara maksimal untuk membeli peralatan fotografi. Padahal, sebelumnya ia hanya bisa menyewa alat-alat tersebut setiap kali mendapat tawaran memotret.

Samsul menceritakan, dirinya mulai menggunakan layanan BRI sejak 2023 saat masih menempuh kuliah semester enam. Sebelum memiliki rekening BRI, ia sempat menggunakan rekening dari bank lain.

Namun, ia kerap mengalami kendala saat bertransaksi. Terutama ketika layanan perbankan tersebut sedang mengalami pemeliharaan sistem atau maintenance, yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk berpindah.

“Awalnya saya memakai bank lain. Karena sering mengalami kendala saat digunakan, akhirnya saya memilih BRI,” ujarnya.

Selain faktor layanan, keberadaan jaringan kantor dan ATM BRI yang mudah dijangkau hingga tingkat kecamatan menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, akses tersebut sangat membantu masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan.

“Di desa saya, kalau butuh ATM atau layanan perbankan, yang paling mudah dijangkau ya BRI. Hampir setiap kecamatan ada,” katanya.

Sejak membuka tabungan pada 2023, rekening BRI miliknya menjadi wadah utama untuk menerima gaji saat masih bekerja di proyek bangunan hingga sekarang. Selama menggunakannya, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti, kecuali saat pertama kali mendaftar karena sempat kehabisan blangko.

“Setelah itu aman. Sampai sekarang jarang sekali ada masalah,” ungkapnya.

Pengalaman memuaskan ini membuat Samsul semakin percaya memanfaatkan produk perbankan lainnya. Pada 2025, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp 20 juta untuk mengembangkan usaha fotografi yang telah dirintis.

Ia mengaku, sebelum memperoleh dana tersebut sebenarnya sudah mulai menerima pekerjaan sebagai fotografer. Namun keterbatasan peralatan memaksanya harus selalu menyewa kamera setiap kali mendapat pesanan masuk.

“Saya mengambil KUR untuk membeli kamera dan perlengkapan fotografi. Sebelumnya sudah menerima pekerjaan, tetapi alatnya belum punya sendiri,” jelasnya.

Pinjaman dengan tenor dua tahun itu kini masih berjalan lancar. Setiap bulan ia membayar angsuran sekitar Rp 900 ribu dan tidak mengalami kendala karena disiplin menyisihkan pendapatan bulanan.

“Yang penting setiap bulan ada pemasukan untuk angsuran. Sampai sekarang lancar,” katanya.