Kudus  

BPBD Kudus Siapkan Rehabilitasi Lereng Patiayam untuk Cegah Longsor

‎‎TANAM: Tampak beberapa warga Desa Terban sedang melakukan penanaman pohon di Kawasan Patiayam, Jekulo, Kudus. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyiapkan langkah rehabilitasi kawasan lereng Pegunungan Patiayam.

Program tersebut dilakukan setelah hasil pemetaan menunjukkan sejumlah titik rawan longsor di kawasan hutan produksi Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Muria yang berada di Desa Gendoharum dan Terban.

BPBD Kabupaten Kudus menargetkan penanaman sekitar 1.000 batang tanaman keras pada November 2026.

Penanaman ini sebagai upaya pemulihan lahan sekaligus memperkuat struktur tanah di kawasan lereng yang selama ini rentan mengalami longsor saat musim hujan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah mengatakan, rehabilitasi merupakan tindak lanjut dari survei lapangan yang telah dilakukan bersama sejumlah pihak.

Rehabilitasi melalui penanaman pohon dinilai menjadi solusi paling realistis dibandingkan pemasangan Early Warning System (EWS) yang membutuhkan anggaran sangat besar.

“Yang pasti sejak kita survei ke sana, pasti ada tindakan berikutnya. Kami sudah ada komitmen bibit tanaman keras dari bibit Daerah Aliran Sungai (DAS) yang akan kita ambil bulan November,” ujarnya.

“Fokus kami rehabilitasi lahan dulu. Kalau EWS itu mahal, satu alat bisa ratusan juta,” imbuhnya.

Meski demikian, pelaksanaan rehabilitasi menghadapi tantangan, karena adanya kepentingan yang berbeda antara aspek konservasi dan aktivitas pertanian masyarakat.

Sebagian petani menginginkan lahan tetap terbuka agar tanaman jagung dan ketela dapat tumbuh maksimal. Sementara dari sisi lingkungan, diperlukan tutupan vegetasi yang rapat untuk memperkuat lereng.

Ia menambahkan, kawasan konservasi idealnya memiliki tegakan pohon yang cukup rapat sehingga mampu mengurangi erosi dan memperkuat daya ikat tanah ketika curah hujan tinggi.

“Kalau tegakannya tumbuh baik dan tidak ditebang, maka potensi longsor secara bersamaan insyaallah tidak terjadi,” katanya.

Selain rehabilitasi melalui penanaman pohon, BPBD Kabupaten Kudus juga terus melakukan pemetaan kawasan rawan longsor.

Pihaknya juga memberikan pelatihan operasional lapangan bagi personel penanggulangan bencana di wilayah Patiayam.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya mitigasi sehingga risiko bencana dapat ditekan sebelum memasuki puncak musim hujan. (uma/fat/rds)