SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 5,65 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan TPT tahun 2024 yang mencapai 5,82 persen.
Penurunan itu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Kota Semarang terus membaik seiring bertambahnya kesempatan kerja dan meningkatnya investasi.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono mengatakan, penurunan TPT dipengaruhi sejumlah faktor.
Faktor utamanya adalah meningkatnya penyediaan lapangan kerja dan dinamika jumlah penduduk yang masuk ke angkatan kerja.
Menurutnya, kedua faktor tersebut menjadi penentu utama naik turunnya tingkat pengangguran di suatu daerah.
“Tingkat pengangguran terbuka ini, faktor yang berpengaruh di antaranya karena penyediaan kesempatan kerja. Kemudian juga dipengaruhi bagaimana suplai penduduk yang masuk ke angkatan kerja atau tingkat partisipasi angkatan kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Rudi menjelaskan, pemerintah daerah juga berperan dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang rutin dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.
Selain itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi kreatif turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang secara rutin setiap tahun membuka program job fair. Ini mendekatkan ketersediaan lapangan kerja di dunia usaha dengan pencari kerja,” jelasnya.
“Termasuk juga program pemberdayaan ekonomi kreatif yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain untuk menurunkan tingkat pengangguran,” tambahnya.










