Jepara  

Tembus Rp 8 Ribu per Kilogram! Harga Gabah di Jepara Bikin Petani Tersenyum Lebar Setelah Gagal Panen

PROSES: Shahri (57), petani asal Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan saat panen gabah padi di lahan sawahnya, Kamis (9/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Harga gabah padi di tingkat petani di Kabupaten Jepara menembus Rp 8.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Kenaikan tersebut menjadi kabar baik bagi petani yang sebelumnya merugi akibat gagal panen pada musim tanam pertama (MT 1), sekaligus menjadi harga tertinggi.

Diketahui, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen saat ini ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Dengan harga jual yang mencapai Rp 8.000 per kilogram, petani memperoleh harga sekitar Rp 1.500 lebih tinggi dari HPP pemerintah.

Shahri (57), petani asal Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, menjadi salah satu yang merasakan kenaikan harga gabah padi tersebut.

Selama sekitar 30 tahun menggarap sawah, ia mengaku baru kali ini menikmati harga gabah setinggi itu. Pada musim panen kali ini (MT 2), ia menanam padi varietas Inpari 32.

“Sekarang harganya Rp 8 ribu per kilogram. Baru naik sekitar satu minggu ini. Awal tahun kemarin masih Rp 6.900 hingga Rp 7 ribu per kilogram,” kata Shahri saat ditemui di sawahnya, Kamis (9/7/2026).

Shahri mengatakan, harga gabah terus bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelum menyentuh Rp 8.000 hingga Rp 8.100 per kilogram, harga gabah sebelumnya sempat berada di kisaran Rp 7.100 hingga Rp 7.200 per kilogram. Kemudian, naik lagi menjadi Rp 7.600 hingga Rp 7.700 per kilogram.

Meski tidak mengetahui penyebab kenaikan itu, ia menyebut harga gabah tahun ini merupakan yang paling baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Namun, kata Shahri, kenaikan harga tersebut bukan ditentukan oleh petani, melainkan ditetapkan oleh tengkulak yang membeli gabah.

“Petani tentu senang kalau harga naik. Apalagi MT 1 kemarin gagal panen. Setidaknya panen kali ini (MT 2) bisa membantu menutup kerugian,” ujarnya.